Waspadai Gejala Anoreksia

10 Februari 2010 Artikel Kesehatan


Hampir semua perempuan memimpikan tubuh langsing ideal. Tapi, jika Anda ketakutan berlebih menjadi gemuk sehingga menolak makan, sebaiknya mulai berhati-hati. Ada kemungkinan ada menderita gangguan makan yang dikenal dengan anoreksia nervosa.

Anoreksia nervosa merupakan kelainan yang ditandai dengan penyimpangan pandangan terhadap tubuh, ketakutan ekstrim menjadi gemuk, penolakan terhadap makanan dan diikuti usaha menguruskan badan yang tanpa henti. Untuk mencapai berat yang menurut mereka ideal, perempuan seringkali mengikuti diet ketat, ditambah aerobik selama berjam-jam, latihan kekuatan, atau lari.

Perempuan penderita anoreksia tidak bisa melihat bahwa tubuh mereka sudah kekurangan nutrisi karena memandang makanan adalah masalah utama. Menurut data yang dikutip situs womenfitness.com, sekitar 30 persen penderita anoreksia mengalami gangguan ini seumur hidup, dan hampir semuanya pernah mengalami fase yang membahayakan nyawa mereka.

Sembilan puluh persen penderita anoreksia adalah perempuan. Setiap 200 perempuan dalam populasi umum, satu hingga enam orang akan diserang anoreksia. Lima hingga 18 persen dari penderita akan meninggal akibat gangguan ini. Anoreksia merupakan penyebab kematian utama di antara orang-orang yang mencari bantuan psikiater.

Banyak penderita yang meninggal di usia dini, dan paling tidak lima hingga delapan belas persen yang dirawat akibat anoreksia selanjutnya meninggal karena kelaparan atau bunuh diri.

Gangguan ini umumnya muncul di usia 17 dan sangat jarang dijumpai pada perempuan di atas 40. Masalah ini bisa dipicu oleh peristiwa yang memicu depresi, seperti dikeluarkan dari kampus. Anoreksia bisa saja hanya terjadi untuk jangka pendek. Tapi anoreksia biasanya merupakan penyakit kronis yang datang dan menghilang atau memburuk seiring waktu.

Gejala

Gejala kekurangan gizi yang menemani anoreksia termasuk konstipasi, gangguan pencernaan dan perut kembung, dehidrasi, kram otot, gemetaran, tumbuh rambut halus di wajah, punggung atau lengan, payudara semakin datar, rambut kusam, menipis dan mudah patah, kulit kering dan pecah-pecah, tangan dan kaki dingin, detak jantung tidak beraturan, depersi dan kecemasan. (IK/OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat