Waspadai Gejala Alergi Dingin!

23 Maret 2014 Artikel Kesehatan


Alergi terhadap suhu dingin atau biasa dikenal dengan cold urticaria dapat menyebabkan reaksi seperti kemerahan, gatal, dan bengkak pada kulit yang terkena dingin.

Sebisa mungkin, penderita alergi dingin harus menghindari paparan udara dingin dan air dingin karena jika reaksi alergi memburuk dapat mengarah ke pingsan dan bahkan kematian.

Alergi dingin belum jelas disebabkan oleh apa, tetapi orang-orang yang alergi terhadap dingin tampaknya memiliki sel-sel kulit yang terlalu sensitif, baik karena sifat yang diturunkan atau disebabkan oleh virus atau penyakit lainnya.

Paparan dingin memicu pelepasan histamin dan bahan kimia pendukung sistem kekebalan tubuh lainnya ke dalam kulit. Bahan kimia tersebut menyebabkan gejala kemerahan, gatal dan lainnya.

Gejala alergi dingin segera muncul setelah kulit terkena penurunan suhu udara atau air dingin secara mendadak. Kondisi cuaca yang lembab dan berangin dapat membuat alergi dingin semakin parah.

Gejala alergi dingin diantaranya, adalah:

  1. Kemerahan, bercak-bercak yang biasanya berlangsung sekitar setengah jam
  2. Pembengkakan tangan ketika memegang benda dingin
  3. Pembengkakan bibir ketika makan makanan yang dingin
  4. Dalam kasus yang jarang terjadi, pembengkakan parah pada lidah dan tenggorokan yang dapat menghambat pernapasan


Bagi orang yang memiliki alergi dingin, paparan dingin bisa berbahaya dan berakibat fatal. Reaksi terburuk umumnya terjadi dengan paparan kulit penuh, seperti berenang di air dingin. Gejalanya adalah sebagai berikut:

  1. Pingsan
  2. Panas dingin
  3. Detak jantung cepat
  4. Pembengkakan tungkai atau batang


Dan sayangnya belum ada obat untuk mengatasi alergi dingin, tetapi pengobatan dapat membantu meringankan gejalanya. Pencegahan dilakukan dengan menghindari suhu dingin dan risiko perubahan suhu yang mendadak. Obat-obatan dapat membantu mencegah dan mengurangi gejala.

Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati alergi dingin meliputi:

  1. Antihistamin. Obat-obat ini menghalangi pelepasan gejala-memproduksi histamin. Contohnya termasuk loratadine (Claritin), fexofenadine (Allegra), cetirizine (Zyrtec), levocetirizine (Xyzal) dan desloratadine (Clarinex).
  2. Siproheptadin. Obat ini merupakan antihistamin yang juga mempengaruhi impuls saraf yang menyebabkan gejala.
  3. Doxepin (Silenor). Biasanya digunakan untuk mengobati kecemasan dan depresi, obat ini juga dapat mengurangi gejala alergi dingin.


Semoga bermanfaat!

Oleh: Ariyanti S
(Dikutip dari berbagai sumber)