Waspada! Ini Dia Dampak yang Anda Alami Jika Sering Konsumsi Gula

2 Juli 2016 Artikel Kesehatan


Konsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula tidak selamanya baik untuk tubuh. Meskipun gula menjadi peranan penting dan dibutuhkan untuk tubuh, namun kadarnya yang berlebihan bisa mengakibatkan beberapa jenis penyakit dari yang kecil hingga yang berbahaya seperti diabetes.

Namun, terkadang tanpa kita sadari, kita sudah banyak mengonsumsi gula. Sebenarnya, ada beberapa gejala yang bisa Anda perhatikan jika tubuh sudah kelebihan gula. Seperti dilansir dari rd.com , berikut beberapa gejala yang bisa Anda perhatikan jika tubuh sudah kelebihan gula.

Mudah Lelah

Sering merasa lelah ketika melakukan aktivitas di siang hari? Cek konsumsi sarapan Anda di pagi hari. Tidak menutup kemungkinan bahwa makanan yang Anda konsumsi tadi pagi merupakan sarapan yang mengandung terlalu banyak gula sehingga membuat Anda mudah lelah di siang hari.

Mudah Jerawatan

Tidak hanya polusi dan stres, jerawat juga bisa mudah timbul ketika Anda terlalu banyak konsumsi gula. Seperti sebuah penelitian di Journal of the Academy of Nutrition and Dieteticsyang menyebutkan terlalu banyak konsumsi gula bisa menyebabkan kulit mudahberjerawat. Para partisipan yang mengalami jerawatan cukup parah mengaku mereka mengonsumsi lebih banyak gula dibandingkan orang-orang yang jerawatannya ringan.

Tekanan Darah Meningkat

Konsumsi gula yang berlebih juga bisa memicu tekanan darah menjadi tinggi. Normalnya, orang memiliki tekanan darah sebesar 120/80 atau sedikit lebih di bawah dari itu. Sebuah penelitian dari Journal of the American Society of Nephrologymenyebutkan bahwa konsumsi gula yang berlebih bisa membuat tekanan darah meningkat dengan tajam.

Mudah Bad Mood

Kondisi perasaan yang bete, cemas tanpa sebab dan stres bisa juga terjadi karena Anda kelebihan konsumsi gula. Persis seperti beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa ada kaitannya antara konsumsi gula dengan risiko terkena depresi. Hal ini karena terlalu banyak konsumsi gula bisa meningkatkan kadar inflamasi dalam tubuh yang kemudian mengakibatkan naiknya risiko terkena depresi.

Oleh: Faqih F

(Dikutip dari berbagai sumber)