Waspada Bahaya Nonton Film 3D

25 Januari 2011 Artikel Kesehatan


Semakin hari kita makin terpesona saja dengan kemajuan teknologi. Contohnya saja dengan teknologi film 3 dimensi. Menonton film 3D terutama di bioskop tentunya akan jauh lebih seru dan menengangkan karena gambar seolah-olah berada tepat di hadapan kita.

Di antaranya banyaknya pujian atas teknologi ini, tak sedikit pula yang mengeluhkan efek pada mata, mulai dari mata perih hingga sakit kepala. Meski mengasyikkan. Namun apakah film 3D memang tidak membahayakan?

Hingga kini, memang belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan apakah mata lelah, penglihatan kabur, pusing, sakit kepala, dan mual yang kerap dikeluhkan setelah menonton film 3D menyebabkan efek kerusakan jangka panjang.

Meski begitu, tetap saja, keamanan dan kesehatan harus dijadikan prioritas utama dalam perkembangan teknologi ini. Para ahli mata telah mempertanyakan keabsahan peringatan ini, dan percaya bahwa perusahaan-perusahaan elektronik berdosa di sisi hati-hati untuk menghindari potensi tuntutan hukum, kalau-kalau ada efek samping tak terduga teknologi 3D.

"Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa teknologi 3D menyebabkan masalah kesehatan mata baik untuk anak-anak maupun orang dewasa," kata Gail Stephenson, Kepala Direktorat Orthoptics dan Visi Science di Universitas Liverpool kepada Telegraph Januari 2011.

"Seperti halnya jenis aktivitas yang dilakukan dalam waktu yang lama seperti duduk di sofa sambil menonton TV selama berjam-jam, orang mungkin akan menderita beberapa gejala beberapa waktu kemudian seperti sakit kepala, penglihatan kabur dan disorientasi. Untuk itu, menurut saya, ada baiknya orang tak terlalu sering menonton film dalam bentuk 3D," katanya.

Sumber: mediaindonesia.com