Wanita Cuek Tetap Takut Gemuk

22 April 2010 Artikel Kesehatan


Penelitian menunjukkan wanita yang cuek terhadap penampilan, ternyata masih bermasalah dengan bentuk badannya. Meski hasil tes psikologi menunjukkan para perempuan memiliki persepsi normal terhadap bentuk tubuh, hasil pindai otak mereka mengungkapkan ada rasa khawatir menjadi gemuk.

"Meskipun mereka mengaku tidak bermasalah dengan bentuk tubuh, otak mereka menunjukkan mereka sangat terganggu dengan pikiran akan menjadi gemuk," kata Mark Allen, peneliti sekaligus ahli saraf pada Universitas Brigham Young di Provo, Utah, Amerika Serikat.

Dia mengatakan pola aktifitas otak mereka sama meskipun tak sekuat yang terlihat pada perempuan yang mengalami anoreksia. Sebaliknya, hasil pindai terhadap pria tidak mengindikasikan mereka khawatir akan bentuk badannya.

Hasil yang kontras antar gender itu, menurut Allen, dipengaruhi oleh tuntutan sosial bahwa perempuan harus kurus. Bukan karena perbedaan biologis. "Bukan masalah pria atau wanita, tapi tuntutan sosial," katanya.

Studi tersebut melibatkan perempuan berbobot ideal dan sembilan pria berukuran normal berusia 18-30 tahun. Kedua kelompok itu diperlihatkan gambar ukuran tubuh yang bervariasi, kurus maupun gemuk, sesuai dengan jenis kelamin mereka.

Para subyek penelitian diminta melihat tiap-tiap gambar dan membayangkan ada orang yang mengatakan: "beginilah bentuk tubuh anda". Proses ini berlangsung saat otak subyek penelitian dipindai dengan functional magnetic resonance imaging (FMRI).

Ketika perempuan melihat gambar orang gemuk, hasil pindai otak mereka menunjukkan lonjakan grafik di korteks medial frontal. Bagian ini merupakan tempat yang mencakup citra diri dan kebanggaan diri.

Perempuan penderita anoreksia dan bulimia juga memperlihatkan peningkatan aktifitas di bagian otak tersebut saat mereka melihat gambar orang gemuk. Meskipun, kata Allen, aktifitas otak mereka lebih kentara.

Lonjakan itu tidak ditemukan saat mereka disebut kurus. Sedangkan pria tidak menunjukkan perubahan pada lapis otaknya sekalipun mereka digambarkan gemuk. Hasil itu menunjukkan pria tidak merasakan citra diri yang sama dengan perempuan.

Hasil penelitian Allen dan koleganya juga menunjukkan aktifitas otak pria yang gemar fitnes sama dengan perempuan yang menderita bulimia. "Ini sangat menarik karena mereka memiliki pola pikir budaya dan sosial yang sama dengan perempuan, yakni terlalu memikirkan kebugaran, sehingga mereka dipengaruhi oleh kegemukan," katanya. (Mustafa Silalahi)

Sumber: Foxnews (tempointeraktif.com)