Waktu Makan Tentukan Langsing

8 Februari 2011 Artikel Kesehatan


Anda sebenarnya tak perlu bersusah payah menurunkan berat badan dengan mengurangi porsi makan. Berat badan Anda bisa berkurang secara otomatis hanya dengan membiasakan diri untuk makan di saat yang tepat.

Para peneliti di Universitas Northwestern Amerika telah menemukan bahwa makan pada waktu yang tidak teratur bisa mempengaruhi berat badan. Dikatakan, aktivitas makan terutama pada tengah malam, ketika tubuh ingin tidur, tidak dibenarkan karena tidak sesuai dengan irama sirkadian tubuh yang tengah mengatur energi.

"Bagaimana atau mengapa setiap orang mengalami penambahan berat badan rumit untuk ditelisik. Yang jelas bukan hanya soal berapa kalori dan lemak yang masuk dan keluar dari tubuh," kata Fred Turek, profesor bidang neurobiologi dan fisiologi di Weinberg College of Arts and Sciences.

"Menurut kami, beberapa faktor ditentukan pengendalian sirkadian. Waktu makan yang baik, yang membutuhkan perubahan kebiasaan, bisa merupakan elemen terpenting dalam menghambat risiko penambahan berat badan," tambah Turek.

Turek pun telah mengadakan studi terhadap tikus yang diberi makan makanan tinggi lemak selama jam tidur mereka. Mereka pun didapati mengalami penambahan berat badan lebih signifikan ketimbang tikus yang makan di luar jam tidur.

Pekerja shift
Dengan mengacu pada studi terbaru ini, para peneliti pun menyimpulkan jam tidur tubuh mengatur penggunaan energi. Itulah sebabnya waktu makan dimungkinkan penting untuk menyeimbangkan asupan dan pengeluaran kalori.

Temuan ini pun ditengarai memiliki implikasi dalam mengembangkan strategi untuk memerangi obesitas pada manusia. "Salah satu fokus penelitian kami adalah para pekerja dengan sistem waktu berubah (shift) yang cenderung mengalami kelebihan berat badan karena jadwal kerja yang memaksa mereka untuk makan pada waktu yang bertentangan dengan irama alami tubuh," kata pemimpin peneliti Deanna M Arble, mahasiswa doktoral di laboratorium Turek.

Untuk selanjutnya, para peneliti berencana menganalisis mekanisme molekuler di balik pengamatan mereka yang menyimpulkan bahwa makan pada waktu yang salah dapat menyebabkan penambahan berat badan. Temuan terbaru mereka pun telah dimuat dalam edisi daring jurnal Obesity, Januari 2011.

Sumber: mediaindonesia.com