Waduh... Hidup di Hawaii Bisa Sebabkan Kematian Dini

23 September 2010 Artikel Kesehatan


Kebanyakan kita berpikir bahwa Hawaii sebagai pelarian yang sempurna untuk mengantisipasi stres dan kehidupan yang serba cepat. Ia menjadi pulau kehidupan untuk semuanya dan tampak begitu indah dan santai.

Namun, penampilan dapat menipu. Para peneliti yang dipimpin Sela Panapasa di Universitas Michigan menemukan bahwa warga asli Hawaii risiko kematian dini lebih besar dibandingkan dengan Amerika kulit putih sepanjang hidup mereka. Dan warga Hawaii yang usianya mencapai 65 tahun bisa meninggal lebih awal dibanding warga Amerika Afrika pada usia yang sama.

"Saya tidak terkejut," kata Panapasa menanggapi temuannya, seperti diberitakan Time.com, Rabu (22/9). "Ada banyak bukti anekdot bahwa warga Hawaii dan warga Kepulauan Pasifik itu mati muda. Tapi hasil ini menegaskan adanya bukti-bukti dan didasarkan pada ilmu pengetahuan."

Menurut Panapasa, tingkat kematian yang lebih tinggi itu hanya muncul setelah Sensus AS dipisah warga Hawaii dan warga Kepulauan Pasifik dari penduduk AS Asia. Ketika digabungkan dengan Hawaii Asia, kata dia, kerentanan mereka yang unik untuk kematian dini itu tertutup oleh kematian yang lebih rendah dari kelompok Asia lainnya.

Meskipun tidak jelas apa penyebab di balik kematian warga Hawaii yang lebih tinggi, penulis studi berspekulasi karena tingkat obesitas yang tinggi dan diabetes, serta penyakit mental dan penyalahgunaan zat di antara anggota muda juga bisa menjadi faktor yang berpengaruh. Angka kematian bayi tinggi juga dapat ditelusuri karena kurangnya perawatan pra-lahir yang baik antara ibu baru di pulau tersebut.

Panapasa berharap dengan menyoroti risiko kematian yang lebih tinggi di antara warga asli Hawaii, sumber daya dan kesehatan yang ditargetkan, serta program perilaku mungkin digunakan membantu warga Hawaii untuk memanfaatkan umur panjang mereka yang banyak dinikmati warga Amerika dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber: republika.co.id