Vitamin E Turunkan Risiko Penyakit Paru

19 Mei 2010 Artikel Kesehatan


Penggunaan jangka panjang suplemen vitamin E secara teratur diperkirakan mengurangi risiko penyakit paru-paru obstruktif kronik atau PPOK pada wanita. Demikian menurut sebuah studi dari Universitas Cornell, Amerika Serikat.

''Kami melihat risikonya turun 10 persen, " kata Anne Hermetet Agler, kandidat doktor di Universitas Cornell, penulis utama penelitian ini. Anne meneliti, dampak ini terjadi pada wanita yang mengonsumsi 600 IU vitamin E setiap hari.
Hasil penelitian ini dipaparkan di konferensi internasional American Thoracic Society di New Orleans pekan ini.

Agler dan timnya meneliti data Women's Health Study. Mereka meneliti data 40.000 wanita, berusia 45 tahun ke atas dan berfokus pada efek aspirin dan vitamin E dalam pencegahan penyakit jantung dan kanker.

Selama penelitian itu, diberikan secara acak kelompok yang mengonsumsi 600 IU vitamin E setiap hari atau 100 miligram aspirin setiap hari atau pengobatan lain. Pada awal penelitian tak ada yang terkena PPOK.

Selang 10 tahun, muncul laporan 760 wanita terkena PPOK pada kelompok vitamin E dan 846 pada kelompok aspirin atau pengobatan. Ini menunjukkan pengguna vitain E lebih rendah risikonya 10 persen, kata dia. Dalam penelitian itu,

Agler mempertimbangkan sejumlah faktor lain seperti status merokok, usia, dan penggunaan multivitamin. Perokok tetap besar kemungkinannya terkena PPOK walau mengonsumsi vitamin E. Kemungkinannya empat kali lipat dibanding non-perokok, kata dia.

Vitamin E, antioksidan, dinilai sebagai penangkal penyakit paru-paru karena melindungi terhadap radikal bebas, molekul yang merusak sel. Kacang-kacangan, biji-bijian, minyak nabati, dan sayuran hijau merupakan sumber vitamin E.

Selain bertindak sebagai antioksidan, vitamin E yang terlibat dalam sistem kekebalan tubuh berfungsi dan sinyal antara sel-sel dan proses lain dalam tubuh. (Nur Rochmi)

Sumber: Webmd (tempointeraktif.com)