Vitamin E Kurangi Risiko Kematian Pascastroke

19 Juli 2011 Artikel Kesehatan


Senyawa alami yang terdapat pada vitamin E yang bernama alpha-tocotrienol diketahui mampu mengaktifkan mekanisme pembersihan racun dari sel syaraf. Kemampuan itu memberikan manfaat bagi penderita stroke karena mampu memperkecil risiko kematian pascaserangan.

Proses ini merupakan satu dari tiga manfaat utama dari vitamin E dalam melindungi sel-sel otak setelah serangan stroke. Senyawa ini mungkin akan lebih ampuh daripada obat lain yang menargetkan mekanisme tunggal untuk mencegah kerusakan akibat stroke.

Sebelumnya, peneliti dari Ohio State University mencatat bahwa alfa-tocotrienol mampu melindungi otak pascastroke dengan menghalangi enzim dari pelepasan asam lemak beracun dan menghambat aktivitas gen yang dapat mengarah ke neuron (sel syaraf) penyebab kematian, seperti dikutip dari Times of India, Rabu (6/7).

Serangan stroke yang biasanya terjadi secara mendadak disebabkan oleh gangguan aliran darah ke otak secara tiba-tiba. Proses ini hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk menutup bagian otak yang terkena.

Gejala stroke biasanya merasa lemah atau mati rasa pada kaki, wajah, lengan, atau pada satu sisi tubuh, tak mampu berbicara, menulis, atau memahami bahasa lisan, penglihatan ganda dan sakit kepala yang luar biasa parah.

Adapun Alpha-tocopherol adalah bentuk paling umum dari vitamin E. Senyawa ini bisa ditemukan pada minyak sawit, suplemen vitamin, dan makanan yang diperkaya vitamin E. Dan, alfa-tocotrienol dari kelapa sawit memiliki hingga 60 kali aktivitas antioksidan ketimbang alpha-tocopherol. (Pri/OL-06)

Sumber: mediahidupsehat.com