Vitamin Cegah Berat Bayi Rendah

26 April 2010 Artikel Kesehatan


Calon ibu yang mengonsumsi multivitamin harian memiliki ukuran bayi lebih besar. Menurut temuan studi terbaru, cara ini bisa mengurangi risiko memiliki berat bayi lahir rendah yang memicu berbagai gangguan kesehatan.

Penelitian ini merupakan studi pertama yang menunjukkan bahwa multivitamin khusus kehamilan mempunyai pengaruh terhadap perempuan yang hidup di negara maju. Sedang di negara-negara berkembang, di mana makanan masih jarang dan diet cenderung kurang nutrisi, pil ini sudah terbukti efektif sejak lama.

Studi dari Institute of Brain ChemistryandHuman Nutrition di London Metropolitan University dan the Homerton University Hospital ini melibatkan 400 perempuan hamil yang menderita kekurangan vitamin dan mineral. Partisipan berasal dari bagian timur London.

Selama 12 minggu pertama kehamilan, lima puluh persen partisipan mulai menggunakan pil perawatan kehamilan (pregnacare pill). Pil ini mengandung 19 vitamin dan mineral, termasuk besi, asam folat dan vitamin D. Sedang partisipan lainnya mengonsumsi tablet tepung.

Setelah melahirkan, peneliti menemukan bahwa ibu yang mengonsumsi suplemen memiliki kadar besi, folat, thiamin dan vitamin D lebih tinggi. Selain itu, meskipun partisipan dari keua kelompok mengalami penurunan kadar besi, jumlah penurunan pada ibu yang menggunakan pil tepung lebih besar (55 persen) dibandingkan ibu yang menggunakan suplemen (36 persen).

Di samping itu, menurut studi yang dipublikasikan di British Journal of Nutrition ini, temuan yang paling signifikan adalah perbedaan berat bayi lahir. Para ibu yang menggunakan multivitamin memiliki lebih sedikit bayi berukuran kecil.

Hanya delapan dari 88 bayi yang lahir dari ibu pengguna suplemen berukuran kecil. Sedang dari ibu yang menggunakan pil tepung, 13 dari 61 bayi, berukuran kecil. Perempuan yang menggunakan suplemen rata-rata memiliki ukuran bayi empat ons lebih besar.

"Apa yang terjadi dalam kandungan turut menentukan kehidupan bayi selanjutnya," terang konsultan ahli kandungan Pat O'Brien, dariUniversity College London.

Bayi yang lahir dengan ukuran kecil, terang O'Brien, berisiko lebih besar mengalami gangguan pernafasan dan menderita penyakit kuning. Setelah dewasa, mereka juga cenderung menderita obesitas, diabetes, serangan jantung dan stroke.

"Tentu lebih murah memberikan vitamin khusus kehamilan kepada calon ibu dibandingkan merawat bayi dalam ruang perawatan intensif," tutur O'Brien, seperti dikutip situs dailymail.co.uk, Jumat (23/4). (IK/OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat