Video Games Kekerasan Pengaruhi Otak

6 Desember 2011 Artikel Kesehatan


Kebiasaan memainkan video games bertema kekerasan diduga kuat dapat mengubah perubahan di area otak yang mengendalikan emosi. Meski perubahan ini bersifat sementara, tetapi hal ini ikut memicu perilaku agresif.

Hasil pemindaian otak terhadap 11 orang pria muda yang bermain video games bertema kekerasan selama 10 jam dalam satu minggu menunjukkan adanya penurunan aktivitas di area otak yang berkaitan dengan perhatian dan pengambilan keputusan. Hal ini juga akan memicu sikap agresif.

Para pria yang terlibat dalam penelitian ini sebelumnya sangat jarang memainkan video gameskekerasan. Pada akhir penelitian, setelah selama 7 hari mereka diminta menonton dan memainkanvideo games, para peneliti memindai aktivitas otak mereka.

Hasilnya diketahui adanya perubahan aktivitas pada otak mereka. "Namun, belum diketahui efeknya jika kebiasaan main video games dilakukan selama bertahun-tahun lamanya," kata Vincent Mathews, salah seorang peneliti.

Namun, menurut Michael Lipton, peneliti dari Albert Einstein College of Medicine, hasil penelitian tersebut masih sangat awal.

"Sudah cukup banyak studi yang menunjukkan dampak paparan lingkungan terhadap perilaku seseorang. Memang akan tampak perubahan pada aktivitas otak, tetapi biasanya sementara," katanya.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang dampak video games dalam perilaku seseorang, Lipton dan timnya kini berencana untuk melakukan penelitian lanjutan.

Sumber: kompas.com