Vaksin Polio Terbaru Lebih Efektif

28 Oktober 2010 Artikel Kesehatan


Polio merupakan penyakit menular yang tidak ada obatnya karena itu pemberantasan penyakit harus dilakukan dengan vaksinasi polio. Bila semua anak sudah mempunyai kekebalan, maka mereka tidak akan tertular polio dan rantai penularan pun akan terputus.

Riset terbaru menyebutkan para ilmuwan berhasil menemukan vaksin polio yang baru dan telah terbukti memberi perlindungan yang lebih efektif dibanding dengan vaksin polio yang selama ini ada. Vaksin polio terbaru ini sekarang telah dipakai di Afganistan, India dan Nigeria. Para ilmuwan yakin vaksin terbaru ini mampu mengeradikasi penyakit polio.

Penyakit polio disebabkan oleh tiga jenis polivirus, yakni tipe 1, tipe 2 dan tipe 3. Hingga saat ini vaksin yang diberikan pada anak ditargetkan untuk melawan ketiga jenis virus atau hanya salah satunya. Polivirus tipe 1 adalah yang paling ganas dan seringkali menyebabkan wabah. Sedangkan tipe 2 merupakan yang paling jinak.

Polio yang diakibatkan oleh polivirus tipe 2 terakhir kali tercatat ada di India tahun 1999 sehingga kini dibutuhkan vaksin yang mampu melenyapkan dua tipe virus lainnya.

Dalam penelitian yang dilakukan di India, para ahli membandingkan vaksin polio terbaru ini dengan vaksin lama yang diberikan secara oral. Sekitar 830 bayi baru lahir mendapatkan vaksin polio baru atau vaksin versi lama dalam dua dosis, satu dosis ketika baru lahir dan dosis lainnya ketika mereka berusia 30 hari.

Contoh darah para bayi itu diambil sebelum imunisasi dan setelah imunisasi untuk mengukur peningkatan antibodi yang dihasilkan sistem imum dalam melawan polio (seroconversion). Hasilnya, vaksin terbaru ini memberikan perlindungan 30 persen lebih efektif melawan polio dibanding vaksin versi lama.

Tanda klinik penyakit polio pada manusia sangat jelas karena penyakit ini telah dikenal sejak 4.000 sebelum masehi. Pada stadium akut, gejalanya adalah suhu tubuh yang meningkat kadang disertai sakit kepala dan muntah. Kelumpuhan bisa terjadi dalam seminggu dari permulaan sakit.

Sumber: health.kompas.com