Vaksin: Menggores Lebih Efektif dari Menyuntik

18 Januari 2010 Artikel Kesehatan


Pemberian vaksin lewat goresan di kulit ternyata memberikan respons imun yang lebih kuat dibandingkan dengan vaksin yang disuntikkan. Para peneliti juga menemukan bahwa vaksin lewat goresan tubuh akan 100 kali lebih cepat membentuk zat kekebalan.

Vaksin yang diberikan dengan cara menggores kulit pertama kali diperkenalkan pada dua abad lalu, yakni saat pemberian vaksin pencegah cacar (smallpox). Namun, kini sebagian besar metode imunisasi modern diberikan lewat injeksi.

Dalam beberapa tahap penelitian, para ahli dari Brigham and Women's Hospital, Amerika Serikat, juga menemukan, bila vaksin dilakukan dengan cara menggores, sistem memori sel T, sel yang menjaga sistem imun untuk melawan virus penyebab penyakit, akan meningkat. Sel T diduga lebih penting daripada sel imun. Sel ini berada di daerah kelenjar getah bening, darah, dan jaringan periferal, seperti kulit dan paru.

"Hasil riset ini menggambarkan kemampuan lapisan kulit yang luar biasa dalam menghasilkan respons sistem kekebalan setelah imunisasi," kata peneliti senior Dr Thomas Kupper, Kepala Departemen Dermatologi Rumah Sakit Brigham and Women's Hospital.

"Kemampuan vaksin dengan melukai epidermis atau menggores untuk menghasilkan kemampuan sel T seharusnya membuat kita mengkaji ulang cara pemberian vaksin," katanya.

Dalam risetnya, Kupper dan timnya menemukan bahwa menggores kulit untuk pemberian vaksin vaccinia virus menghasilkan perlindungan lebih besar melawan cacar dibandingkan dengan vaksin yang disuntikkan. Mereka juga menemukan bahwa vaksin melanoma untuk mencegah pertumbuhan tumor bekerja lebih efektif jika diberikan dengan cara digores pada kulit.

"Kami berharap akan dikembangkan cara pemberian vaksin yang baru dan lebih kuat untuk melawan penyakit seperti HIV, malaria, influenza, dan penyakit menular lainnya," kata Kupper. Untuk itu, ia akan terus melakukan penelitian guna mengetahui kemungkinan diciptakannya vaksin pelawan sel kanker.

Penulis: AN/Editor: hertanto

Sumber: healthdaynews (kompas.com)