UNICEF: Air Bersih Pengaruhi Pendidikan Anak

6 April 2010 Artikel Kesehatan


NEW YORK, Banyak sekolah di negara miskin kekurangan instalasi kebersihan dan air yang layak sehingga memengaruhi pendidikan anak dan bahkan merenggut jiwa.

Jutaan anak di dunia berkembang pergi ke sekolah yang tak memiliki air minum atau kakus bersih.
- Sigrid Kaag


Demikian peringatan Dana Anak PBB (Unicef) di dalam satu laporan baru, Senin (5/4/2010). "Jutaan anak di dunia berkembang pergi ke sekolah dengan tak memiliki air minum atau kakus bersih, kebutuhan dasar yang banyak kita jadikan jaminan," kata Direktur Regional Unicef Timur Tengah dan Afrika Utara Sigrid Kaag saat laporan itu diluncurkan di Dubai.
Menurut laporan tersebut, yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi mitra swadaya, sebanyak 1,5 juta anak berusia di bawah lima tahun meninggal setiap tahun akibat diare yang disebabkan oleh air yang tidak aman, kebersihan tak layak, serta kekurangan kesehatan.

Kesehatan, kebersihan, dan air yang lebih baikyang secara kolektif dikenal sebagai WASHakan mengarah pada berkurangnya risiko penyebaran penyakit dan pada gilirannya akan menghasilkan peningkatan kehadiran siswa di sekolah dan akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara.
WASH juga meningkatkan berlanjutnya pendidikan anak perempuan. Demikian antara lain isi pernyataan itu, yang berjudul Raising Clean Hands: Advancing Learning, Health and Participation through WASH in Schools.

Kaag juga menyatakan, peningkatan kebersihan di sekolah akan membantu tercapainya Sasaran Pembangunan Milenium (MDGs), terutama sasaran berkurangnya kematian anak dan pemangkasan proporsi orang yang tak memiliki akses ke air bersih dan sanitasi dasar. Penyediaan WASH di sekolah, kata laporan itu, akan memerlukan keterlibatan semua lapisan masyarakat, termasuk media, siswa, serta sektor swasta.

Sumber: www.kompas.com