Uji Alergi Susu Sapi

29 April 2011 Artikel Kesehatan


Alergi susu sapi terjadi karena anak sensitif terhadap komponen protein susu sapi atau pada proses pembuatan susu tersebut. Ketika anak menunjukkan gejala, sebaiknya dilakukan pemeriksaan tes alergi apakah betul anak alergi susu sapi atau alergi lain.

Menurut dr.Zakiudin Munasir, Sp.A(K), ahli alergi dan imunologi, selain melihat riwayat genetik dan gejala klinis seperti kulit gatal dan merah atau diare, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menegakkan diagnosis alergi susu sapi.

"Bisa dilakukan uji tusuk kulit untuk melakukan uji IgE spesifik. Namun tes ini lebih efektif untuk anak berusia 3 tahun ke atas," katanya.

Bila hasil tes positif, sebaiknya dilakukan penghindaran atau pantang makanan yang mengandung protein susu. Jika hasil negatif maka dapat diberikan kembali makanan yang mengandung protein susu.

Menurut rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, pada bayi dengan ASI esklusif, ibu menyusui disarankan untuk membatasi protein susu sapi dan produk turunannya. Untuk itu ibu, dipertimbangkan mengonsumsi suplemen kalsium.

Pada bayi yang tidak mendapatkan ASI, jika positif alergi susu sapi, pilihan utama susu formula adalah susu hipoalergenik atau susu terhidrolisat ekstensif dan susu formula asam amino.

Sementara itu pada bayi berusia lebih dari 6 bulan, bisa diberikan alternatif susu berbahan kedelai (soya).

Sumber: kompas.com