Tips Memilih Menyajikan Susu

26 Agustus 2009 Artikel Kesehatan


Anak dalam masa tumbuh kembang memerlukan beragam nutrisi yang berasal dari asupan makanan dan minuman yang dikosumsi. Kalsium adalah salah satu zat gizi yang penting bagi mereka. Susu merupakan sumber kalsium yang baik unuk anak.
Yang perlu diperhatikan adalah kualitas dan cara penyajian susu dengan benar. Jika tak tepat, justru manfaat yang ingin diperoleh tidak tercapai serta dapat mengganggu organ pencernaan didalam tubuh yang merupakan produsen imunitas atau daya tahun tubuh.

Menurut Ahli nutrisi Rienani Mahadi, sebaiknya pilih susu yang berkualitas dan disesuaikan kebutuhan si kecil.

Yang perlu diperhatikan ketika memilih susu antara lain, kandungan nutrisi per saji. Apakah tiap saji memenuhi kebutuhan gizi harian si kecil. Kedua, kandungan nutrisi per 100 gram.

Ketiga, kandungan gula rendah atau minim. Keempat, perhatikan besar kemasan dengan berat bersih susu dan perhatikan jaminan halal, kredibilitas produsen, nomor registrasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta nomor layanan konsumen.

Selain harus memperhatikan pemilihan susu. Cara penyajian susu juga perlu diperhatikan oleh para orang tua untuk menjaga kandungan gizi tidak berkurang. Sekarang berbagai produk susu pertumbuhan sudah mengandung prebiotik seperti Lactobasilus Protectus. Kandungan prebiotik seperti ini akan hilang jika tidak memasak dengan cara yang benar.

"Untuk membuat susu disarankan menggunakan air dengan suhu 45 derajat atau sekitar dua gelas kecil air biasa digabung dengan satu gelas kecil air panas bersuhu 100 derajat," ujar Rienani.

Menurutnya, dengan suhu 45 derajat prebiotik yang tertidur dalam susu dapat berfungsi optimum.

Susu, menurutnya, juga bisa disajikan dalam keadaan dingin karena tidak akan mengurangi kadar gizi yang terkandung. Dia juga menyarankan untuk menyegerakan meminum susu setelah disajikan.

Selain cara penyajian, penyimpanan susu yang baik turut berpengaruh terhadap kualitas susu. Menurut Rienani, Untuk menghindari penurunan kualitas susu, harus dilakukan penyimpanan yang baik. Dengan menyimpan susu dengan kantong alumunium foil dalam wadah tertutup kering dan sejuk.

Dia menyarankan agar bubuk jangan dituang dalam toples atau wadah lain. Selain itu, kemasan yang telah dibuka agar habis sesuai hari sajian (400 gram maksimal 7 hari). (cr2/ri)

Sumber: Republika Online (republika.co.id)