Tips: Memilih Breakfast Cereal

17 Juni 2010 Artikel Kesehatan


Sarapan sangat penting sebagai persediaan energi untuk memulai hari Anda. Namun tidak banyak waktu di pagi hari untuk membuat sarapan. Jika berhasil dibuatkan pun, anak-anak cenderung malas untuk sarapan karena pada jam-jam itu mereka masih belum lapar. Oleh karena itu, banyak keluarga memilih sereal instan dengan susu sebagai menu sarapan mereka. Selain praktis, sereal juga membuat anak-anak tertarik untuk sarapan.

Saat ini sereal telah tersedia di banyak tempat dengan pilihan yang beragam pula. Mulai dari yang berwarna-warni,sweetened dan sugar free cereal, hingga sereal yang dibuat khusus untuk kondisi kesehatan tertentu. Bagaimana memilih sereal yang sehat dan sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda? Simak tips berikut.

1. Terbuat dari biji-bijian (whole grain)
Cek daftar bahan (ingredient list) untuk memastikan bahwa sereal memang dibuat dari serealia. Serealia sangat baik untuk tubuh karena selain memenuhi kebutuhan karbohidrat, serealia juga tinggi serat. Lebih bagus lagi jika dalam sereal tersebut ditambahkan oat yang juga tinggi serat.

2. Sesuaikan dengan kondisi tubuh
Saat ini sudah banyak sereal dengan beragam kelebihan yang ditawarkan, sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Pilihlah sereal dengan probiotik untuk kesehatan pencernaan. Sereal yang tinggi asam lemak omega-3 bagus untuk perkembangan otak. Pilihlah sereal yang rendah sodium untuk Anda yang bermasalah dengan tekanan darah tinggi. Sedangkan sereal yang difortifikasi zat besi, baik untuk anemia.

3. Rendah gula
Waspadai sereal dengan kandungan gula, corn syrup atau cane syrup. Biasanya anak-anak suka menambahkan gula ke dalam mangkuk sereal mereka walaupun sereal tersebut adalah sweetened cereal. Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah sereal yang sugar free atau gabungkan sweetened dan sugar free cereal ketika mengkonsumsinya.

4. Perhatikan bahan tambahan
Pewarna artificial banyak dihubungkan dengan hiperaktif dan masalah-masalah lain seperti tumor kelenjar tiroid dan dapat menimbulkan alergi pada beberapa orang. Jadi sebaiknya hindari sereal dengan pewarna artificial. Selain itu, cek juga bahan pengawetnya. Beberapa studi menunjukkan bahan antioksidan BHA dan BHT terkait dengan kanker dan residu pengawet ini bisa ditemukan dalam lemak tubuh. Sebaiknya hindari juga sereal dengan bahan pengawet ini. Sebagai gantinya, sereal dengan tokoferol dapat menjadi pilihan Anda. (dat07/pan)

Sumber: waspada.co.id