Tips Melindungi Bayi dari Masalah Kegemukan

15 Juli 2018 Artikel Kesehatan


Bayi berbadan gemuk dengan pipi tembam memang menggemaskan. Hingga kini masih banyak orang beranggapan bahwa semakin berisi badan bayi berarti semakin sehat. Padahal pandangan tersebut kurang tepat. Berat badan bayi yang normal dapat diketahui dengan melihat growth chart (tabel pertumbuhan) pada buku kesehatan Ibu dan anak. Buku ini biasanya diberikan oleh dokter saat anak baru lahir atau ketika menjalani imunisasi. Ibu dapat mengetahui pertambahan berat bayi yang normal dengan melihat tabel tersebut.

Studi yang diterbitkan dalam American Journal of Health Promotion mengungkapkan bahwa sekitar sepertiga bayi usia sembilan bulan kini berisiko atau sudah menderita obesitas. Padahal, bayi yang mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas, berisiko terhadap berbagai masalah kesehatan saat tumbuh, menjadi remaja, hingga ketika dewasa. Masalah kesehatan ini seperti: hiperinsulin, hiperlipid, hipertensi, dan intoleransi karbohidrat.

Beberapa tindakan yang dapat menyebabkan bayi mengalami obesitas:
1. Selalu Memberikan Susu Setiap Kali Bayi Menangis
Banyak Ibu yang sering memberikan susu dalam botol setiap kali bayinya menangis. Padahal, kandungan gula susu formula lebih banyak daripada ASI. Bayi yang banyak minum susu formula lebih berisiko mengalami kegemukan.

2. Ibu Menyuruh Bayi Menghabiskan Susu di Botol
Banyak Ibu cenderung membujuk bayinya untuk menghabiskan susu yang disiapkan di botol. Padahal dapat saja bayi sudah kenyang meski susu belum habis.

3. Minum Susu Sambil Tidur
Salah satu cara yang dilakukan Ibu untuk menidurkan bayinya adalah memberikan susu dalam botol. Tindakan ini memang kadang cukup efektif membuat bayi merasa nyaman hingga akhirnya tertidur. Namun, riset dari Brigham Young University di Amerika Serikat memperlihatkan bahwa 30 persen bayi yang tidur sambil menyusu dengan dot berisiko mengalami obesitas.

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar bayi tidak kegemukan:
1. Berikan ASI Eksklusif
Direktur Medis dari Gramercy Pediatrics di New York City, Dr. Dyan Hes, menegaskan bahwa ASI adalah "senjata" paling ampuh untuk melawan obesitas. Bayi yang memperoleh ASI terbukti dapat mengendalikan metabolisme pengolahan lemak di tubuh dengan baik.

2. Perhatikan Takaran Susu Formula
ASI eksklusif memang pilihan utama untuk bayi. Namun bila Ibu perlu memberikan susu formula, patut diperhatikan takaran dan volume pemberiannya. Kandungan gula dalam susu formula cukup tinggi dan pemberian yang berlebihan dapat membuat bayi mengalami kelebihan berat badan.

3. Biasakan Makan Sayur dan Buah
Sayur dan buah mengandung kalori dan zat gizi yang diperlukan anak. Konsumsi buah dan sayur secara rutin juga merupakan langkah yang ampuh dalam menjaga berat badan anak tetap normal.

4. Berikan Makanan Padat secara Bijak
Kepala Gizi dan Dietetik Departemen Medik Ilmu Kesehatan Anak - RSUP Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Y. Endang Budiwiarti, SKM, MPH., menjelaskan bahwa makanan padat sebaiknya diberikan pada bayi usia di atas empat bulan, saat pencernaannya sudah hampir sempurna. Lalu pada umur satu tahun, bayi dapat minum dari gelas dan berhenti menggunakan botol.

5. Ciptakan Pola Makan yang Baik
Pengaturan makan yang baik sangatlah penting bagi bayi. Memberi makan secara terjadwal akan menghindarkan bayi dari rasa lapar berlebih yang dapat membuatnya makan terlalu banyak.

Peran orangtua sangatlah diharapkan untuk mencegah obesitas pada anak. Pengontrolan dan pengawasan orangtua terhadap keseharian perilaku dan pola hidup anak haruslah memuat unsur kesehatan fisik maupun psikis. Pola aktivitas dan pola makan anak hendaknya dipantau orangtua untuk mencegah terjadinya berbagai macam penyakit akibat obesitas pada anak.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)