Tips Jitu Atasi Stress pada Anak

18 Februari 2018 Artikel Kesehatan


Seorang anak yang stress dapat diidentifikasi dari tingkah lakunya. Reaksi-reaksi psikosomatik, mungkin merupakan tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Tanda lainnya seperti suka menangis, senang menyendiri, rewel, tidak mau berangkat sekolah atau suatu tempat, membuat kenakalan di sekolah atau lingkungan tempat bermainnya, dan juga penurunan nilai sekolah. Bahkan stress juga dapat menyebabkan penyakit fisik pada anak, misalnya merasa pusing, mual, diare, kelumpuhan akibat depresi, atau penyakit lainnya.

Rasa jenuh, bosan, penuh dengan tekanan bukan hanya dialami oleh orang dewasa saja, namun usia anak-anak juga mengalami hal yang sama. Sebagai orang tua kerap tidak membaca secara langsung perasaan anak kita yang mengalami rasa jenuh, bosan, dan penuh dengan tekanan. Memang tidak terlihat, tapi sebagai orang tua wajib untuk mempelajari perasaan-perasaan tersebut karena memilih pengaruh sangat besar pada perkembangan jiwa anak.Stress pada anak bisa diatasi dengan berbagai cara.

Dikatakan oleh para pakar psikolog yang kerap mendapati kasus-kasus psikologi pada anak-anak, untuk mengatasi stress pada anak ada beberapa langkah penting yang harus diambil oleh para orang tua, agar nantinya kehidupan sosial si anak tidak terganggu dan merasa nyaman dengan dirinya dan lingkungan sekitar.

Faktor lingkungan sepertinya menjadi foaktor yang paling utama dalam mengembalikan kembali rasa nyaman dan percaya diri si anak. Dalam hal ini orang tua harus menyediakan lingkungan yang mendukung bagi anak dimana mereka dapat bermain atau mengekpresikan bakat seni mereka. Selain faktor lingkungan yang harus mendukung untuk perkembangan diri dan jiwanya, menyediakan waktu yang berkualitas dan bermanfaat bagi anak. Tanyakan dengan bijaksana apa yang dirasakan, atau menuliskan perasaannya di atas kertas. Pada kesempatan ini anak diajak bermain bersama-sama atau berbicara dari hati ke hati tentang bebagai masalah yang dihadapi oleh mereka serta mencari jalan keluar bersama. Secara tidak langsung anak akan menyampaikan perasaannya kepada orang lain, dan menjadikan si anak sangat berarti untuk keluarga dan orang tuanya.

Namun yang paling penting adalah, jangan terlalu membebani pikirannya dengan masalah belum waktunya bagi anak-anak. Katakanlah kepada mereka tujuan hidup keluarga dan diskusikan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dengan sikap yang menyenangkan. Biarkan anak untuk belajar mengatur waktu mereka dengan baik.Sesekali melontarkan pujian, pelukan dan ciuman untuk anak rasanya bukan hal yang berat, melainkan anak akan merasa dirinya dihargai, apalagi hasil kerja kerasnya mendapat apresiasi besar dari orang tua, tentunya hal yang tidak bisa digantikan dengan Rupiah.

Setiap orang pasti pernah mengalami stress. Hanya saja tingkatannya saja yang berbeda-beda. Orang tua yang baik dan bijak hendaknya selalu belajar dan mencari referensi untuk mencegah stress yang berlarut-larut pada anak. Stress yang berlarut-larut akan merusak keprbadian anak. Dengan melihat hal ini akan memberikan keuntungan bagi mereka karena nantinya mereka akan mampu mengendalikan stress mereka secara baik.

Perhatian dan kasih sayang dari orang tua terutama yang dibutuhkan anak dan membantu anak terhindar dari stres. Maka, terus dukung, latih dan asuh anak anda agar dia dapat menikmati hari-harinya dengan ceria.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)