Terapi Perilaku untuk Anak Obesitas Dinilai Efektif

14 Mei 2012 Artikel Kesehatan


Terapi perilaku merupakan salah satu metode untuk menangani obesitas. Namun riset teranyar mengindikasikan, terapi perilaku tampaknya hanya efektif dalam membantu anak-anak dengan obesitas tetapi tidak pada remaja dengan obesitas.

Dalam kajiannya, peneliti melibatkan 643 anak muda Swedia (313 perempuan dan 330 pria) berusia 6-16 tahun. Mereka mulai menjalankan 'terapi perilaku' untuk obesitas antara tahun 1998 dan 2006. Para peneliti menggunakan metode skoring untuk menilai berat yang memperhitungkan usia dan jenis kelamin dari masing-masing peserta studi, yang kemudian dianalisis dari waktu ke waktu.

Pada anak-anak kelompok usia paling muda, dengan tingkat obesitas moderat, memiliki respon yang baik terhadap terapi perilaku. Sementara, pada anak lebih tua dengan tingkat obesitas moderat, pengobatan kurang terlihat efektif, tetapi masih memiliki dampak yang signifikan.

Pernilla Danielsson dan rekan, dari Karolinska Institute di Stockholm, mengatakan, anak-anak dengan tingkat obesitas berat memiliki respon sangat baik ketika menjalani terapi perilaku, tetapi hal tersebut tak banyak berpengaruh pada remaja dengan tingkat obesitas berat.

Temuan ini dijadwalkan akan dipresentasikan pada hari Jumat dalam European Congress on Obesity di Lyon, Prancis.

"Terapi perilaku berhasil bila dimulai di awal kehidupan baik untuk anak dengan tingkat obesitas yang moderat dan berat," kata Danielsson dalam rilis berita.

"Remaja dengan obesitas berat tidak menunjukkan efek sama sekali dari terapi perilaku. Sedangkan remaja dengan tingkat obesitas moderat hanya mendapat sedikit respon dari penanganan terapi perilaku ketimbang anak dengan obesitas moderat yang berusia sangat muda," tambahnya.

Diantara anak remaja dengan obesitas berat, sebanyak 92 persen diantaranya sudah mengalami obesitas dan 51 persen mengalami obesitas berat ketika berusia 7 tahun. Sedangkan mereka dengan tingkat obesitas yang moderat, 46 persen diantaranya sudah mengalami obesitas pada usia 7 tahun dan 8 persen diantaranya mengalami obesitas berat.

"Ini berarti, pengobatan dini mungkin salah satu cara untuk mengurangi kegagalan pengobatan selama masa remaja," kata Danielsson.

"Untuk remaja yang sangat gemuk, pengobatan dengan metode baru seperti Gastric Banding atau Gastric Bypass masih perlu pengembangan dan pengujian lebih dulu," jelasnya.

Data dan kesimpulan dari penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan medis harus dilihat sebagai kesimpulan awal sampai temuan ini dipublikasikan dalam journal peer-review.

Sumber: kompas.com