Terapi Bicara dengan Bantuan Keledai

9 September 2009 Artikel Kesehatan


Anak dengan selective mutism biasanya tidak mau berbicara di tempat umum, seperti di sekolah. Sebaliknya, ia akan banyak berbicara dan gembira bila di rumah. Gangguan ini dialami oleh 1 dari 1.000 anak. Biasanya terjadi pada masa kanak-kanak sebelum usia 5 tahun. Bagaimana mengatasinya?

Daily Express melaporkan, Selasa (8/9), ada terapi untuk bicara bagi penderita selective mutism. Terapi itu berupa naik keledai dan bermain dengan keledai. Terapi unik ini dibuat oleh Elizabeth Svendsen Trust (EST) for Children And Donkeys di Kota Leeds, Inggris. Terapi dengan keledai di EST dibuat untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus, cacat, atau orangtua. Para peserta terapi diajak menghabiskan waktu bersama keledai, seperti mengelus dan menunggangi keledai.

Hanya Bawel di Rumah

Salah satu murid di EST adalah Edward Wright (5 tahun) dari Kota Yeadon. Semula, orangtua Edward tidak tahu kalau anaknya mengalami selective mutism . Di rumah, Edward banyak bicara (bawel) kepada orangtua dan saudaranya. Tapi, begitu keluar dari rumah, Edward tidak bisa berbicara sepatah kata pun.

Setelah diteliti, ternyata Edward menderita selective mutism. Karena itu, Edward menjalani terapi di EST. Setelah menjalani beberapa kali terapi dengan keledai, Edward mulai mengalami perubahan. Edward terpicu untuk bicara dengan keledainya serta pelatih dan temannya.

Liputan/penulis: ITA / EVA
Sumber: DailyMail

sumber: Berani.co.id