Tanggap Sikapi Gigitan Anjing

24 Agustus 2009 Artikel Kesehatan


Anjing bisa jadi sangat lucu dan menggemaskan. Namun Anda harus tetap waspada, bahkan anjing yang jinak pun perilakunya terkadang tak bisa ditebak. Demikian peringatan dari American Collefe of Emergency Physicians (ACEP).

Sekitar 4,5 juta orang digigit oleh anjing setiap tahun, berdasarkan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat.

Satu dari lima kasus gigitan itu membutuhkan perawatan medis. Pada tahun 2006, lebih dari 31.000 orang harus menjalani operasi konstruktif setelah digigit oleh anjing.

Anak-anak merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi. Usia yang paling berisiko digigit oleh anjing yaitu terutama 5-9 tahun. Kelompok usia ini juga lebih banyak membutuhkan perawatan medis dibandingkan orang dewasa.

"Sebagian besar anjing bersahabat, tanpa maksud menyakiti orang lain. Namun sesekali, mereka bisa bertindak agresif dihadapan orang asing untuk beragam alasan," ujar ACEP President, Dr Nick Jouriles.

Untuk mencegah anjing menggigit, ada beberapa cara yang dapat dilakukan:
Hindari anjing yang tidak dikenal atau yang bertindak aneh. Ambil jarak sejauh mungkin. Jangan berlari, berteriak atau mengagetkan anjing.Coba untuk tidak bergerak jika Anda didekati oleh anjing tidak dikenal atau kemungkinan yang mengancam keselamatan Anda.Jika Anda terjatuh oleh serangan anjing, berguling kemudian tetap berbaring dan lindungi kepala Anda.Hindari kontak mata langsung dengan anjing.Jangan ganggu anjing yang sedang tidur, makan atau merawat anaknya.Jangan pelihara anjing tidak dikenal tanpa terlebih dahulu membuatnya mengenali Anda dengan melihat dan mencium bau Anda.Bicarakan dengan anak-anak Anda tentang informasi ini dan pastikan mereka memahami risikonya ketika bermain dengan anjing.Jika Anda atau orang di sekitar Anda digigit anjing sebaiknya Anda cepat tanggap. Jika berdarah, tekan luka tersebut kemudian bersihkan dengan mengucurkan air.Jika mengakibatkan demam atau gejala infeksi lain seperti susah bengkat, sakit, luka memerah, berbau atau keluar cairan dari luka, segera temui dokter.Segera telepon bantuan darurat setempat jika merupakan serangan mendadak, terdapat pendarahan yang hebat atau gigitan didekat wajah.Sebagian besar anjing peliharaan divaksinasi rabies. Jika Anda tidak yakin, kontak dengan dokter atau departemen kesehatan setempat. anak-anak maupun orang dewasa memerlukan suntikan anti tetanus. (healthday/rin)Sumber: Republika Online (republika.co.id)