Tak Perlu Panik Masuki Masa Pubertas

7 April 2011 Artikel Kesehatan


TAK sedikit orang tua yang merasa panik saat sang anak mulai memasuki masa pubertas. Pada tahap ini, anak akan mengalami serangkaian perubahan mulai dari fisik seperti bentuk dan ukuran tubuh hingga psikologis seperti hasrat seksual dan kesuburan.

Namun, tak selamanya proses dalam tahap pubertas berjalan lancar, sering kali timbul masalah. Hal itulah yang coba dijabarkan Dr Aditya Suryansyah SpA dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, dalam bukunya bertajuk Panik saat Puber? Say No!!!

"Puber sendiri sudah dianggap masalah karena kebanyakan dilihat sisi negatif, misalnya perubahan perilaku remaja yang dikaitkan dengan proses normal yang tak perlu dikhawatirkan," paparnya saat peluncuran bukunya di Magenta Cafe, Pacific Place, Jakarta, Rabu (6/4).

Buku setebal 192 halaman oleh penerbit Dian Rakyat ini dimaksudakan untuk mengungkap kisah nyata di balik masa puber dan berbagai macam problematikanya.

"Tidak semua remaja bisa melalui masa puber dengan bahagia. Sebagian merasa panik," tambahnya.

Sarana edukasi amat dibutuhkan baik oleh orang tua maupun anak yang memasuki masa pubertas agar lebih siap menghadapi masa remaja. Buku ini, menurutnya, ditujukan untuk para remaja yang tengah puber sehingga gaya bahasa yang dipilih adalah bahasa remaja. Tak hanya untuk anak, buku ini juga bisa dibaca oleh para orang tua agar lebih bisa memahami anak dan menentukan sikap serta mengambil sisi positif dari perubahan yang dialami si buah hati.

Sumber: mediaindonesia.com