Suplemen Kerang Kurangi Sakit Radang Sendi

25 Februari 2010 Artikel Kesehatan


Kombinasi jalan kaki dan mengonsumsi suplemen kerang-kerangan terbukti bisa mengurangi rasa sakit dan kekakuan akibat radang sendi hingga setengahnya dalam waktu enam bulan.

Studi-studi sebelumnya telah menemukan bahwa olahraga ringan dan pil glucosamine sama-sama bermanfaat dalam menangani osteoarthritis. Akan tetapi, ini merupakan studi pertama yang mengukur manfaat perpaduan olahraga dan glucosamine.

Osteoarthritis merupakan kondisi di mana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang timbul karena gesekan ujung-ujung tulang penyusun sendi.

Gangguan ini biasanya ditangani dengan kombinasi obat-obat kuat yang menyebabkan gangguan lambung dan jantung. Selain itu, gangguan sendi ini juga ditangani dengan fisioterapi dan pada beberapa kasus dengan penggantian lutut, pinggul atau persendian lain yang terserang.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa jalan jarak pendek, dipadukan dengan suplemen nutrisi yang mudah diperoleh, bisa menjadi cara baru yang mudah dan murah untuk meredakan rasa sakit dan meningkatkan kemampuan gerak pasien.

Dalam studi ini, peneliti dari Australia mengikuti perkembangan kesehatan dan gerak 46 pasien laki-laki dan perempuan penderita osteoarthritis. Pasien menderita osteoarthritis di area pinggul atau lutut dan kesulitan untuk bergerak.

Semua partisipan diminta mengonsumsi glucosamine, zat kimia yang terkandung di dalam kerang. Komponen ini telah lama diketahui berfungsi mencegah kerusakan sendi.

Setelah enam minggu, beberapa pasien diminta menambah aktivitas jalan ke dalam rutinitas mereka sehari-hari. Mereka secara bertahap diminta berjalan 15 menit sehari, tiga kali seminggu. Sedang pasien lainnya jalan kaki dengan durasi dan frekuensi lebih banyak.

Studi menemukan, setelah jalan kaki dan menggunakan suplemen selama enam minggu, rasa sakit dan kekakuan berkurang sebanyak 13 persen. Laki-laki dan perempuan yang berusia antara 42 dan 73 juga mengalami pengurangan tingkat depresi dan kecemasan.

Selanjutnya mereka diminta melakukan olahraga teratur selain menggunakan suplemen. Setelah enam bulan, beberapa pasien melaporkan bahwa rasa sakit dan kekakuan yang mereka derita berkurang hingga setengahnya.

Selain itu studi juga menemukan, jalan setengah jam atau 3.000 langkah sehari, juga hampir sama bermanfaatnya dengan jalan lebih jauh lagi.

"Penanganan ini bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah penurunan gerak serta mempertahankan atau meningkatkan mobilitas persendian pasien," terang peneliti dari Australia's Queensland University, seperti dikutip situs dailymail.com. (IK/08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat