Stop Mendengkur dengan Snoreplasty

18 November 2009 Artikel Kesehatan


DAVID Bulman, 38, mengaku tidak pernah menyadari gangguan yang dialaminya, sebelum pasangannya mengeluh di pagi pertama mereka tinggal bersama."Dia mengeluh kalau ia terus terjaga sepanjang malam karena dengkuran saya. Saya merasa tidak enak," tutur David, seperti dikutip situs dailymail.

David berharap hidup lebih tenang dengan tinggal bersama pasangannya. Akan tetapi, ketenangan yang diimpikannya hancur karena gangguan mendengkur kronis yang dialaminya. David mengungkapkan kalau gangguan mendengkurnya sangat buruk sehingga dalam hitungan minggu ia dan pasangannya memutuskan tidur di ruang yang berbeda.

Gangguan yang dialami David bukanlah masalah yang unik. Menurut British Snoring and Sleep Apnoea Association, di Inggris terdapat 15 juta orang yang tidur mendengkur.

Meskipun terlihat sebagai gangguan kesehatan ringan, dampak mendengkur terhadap kesehatan tidak bisa dianggap main-main. Studi-studi telah menemukan kalau mendengkur mengakibatkan gangguan tidur yang selanjutnya meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya. Selain itu, mendengkur juga dinyatakan meningkatkan risiko depresi, tekanan darah tinggi dan stroke.

Suara khas gemuruh saat mendengkur dihasilkan saat otot-otot di hidung, mulut dan tenggorokan rileks saat tidur. Hal ini bisa menghambat aliran udara, menyebabkan langit-langit lunak (bagian belakang atap mulut), dan jaringan-jaringan lain di mulut, hidung dan tenggorokan bergetar.

Apa penyebabnya? Gangguan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk posisi tidur, kelebihan berat badan, hidung tersumbat, atau model fisik seperti langit-langit lunak yang besar atau uvula (jaringan yang menggantung di belakang mulut) yang panjang.

Selain itu, alkohol juga bisa memperburuk ganggguan ini. Alkohol akan bergerak ke semua area tubuh dan memperlambat respon otak, sehingga saat tidur, otot-otot menjadi lebih rileks dibandingkan biasanya. Hal ini akan menyebabkan oropharynx lebih kendur, yang selanjutnya akan memicu dengkuran.

Terobosan baru

Untuk mengatasi masalah dengkuran yang dialaminya, David mengaku telah mencoba berbagai cara mulai dari nasal spray, mouthwashes, hingga perekat strip di hidungnya. Akan tetapi, tidak ada yang efektif.

Di akhir 2007, David dirujuk oleh dokternya ke Dr Hadi Al-Jassim, seorang konsultan telinga hidung dan tenggorokan (THT) di Southport and Ormskirk Hospital NHS Trust. Menurut Al-Jassim, lebih dari 80 pasien mendengkur karena getaran langit-langit lunak dan hal ini merupakan pemicu gangguan yang dialami David.

Pasien seperti ini, terang Al-Jassim, biasanya ditangani dengan melukai langit-langit lunak. Luka tersebut selanjutnya akan mengeras sehingga menghentikan getaran. Masalahnya, lanjut dia, operasi biasanya melibatkan pengangkatan bagian dari langit-langit lunak. Proses ini seringkali sangat menyakitkan dan memerlukan waktu pemulihan yang lama. Selain itu, proses ini juga membawa risiko anestesi dan operasi.

David ditawarkan snoreplasty, cara penanganan dengkur terbaru yang dilakukan di bawah anestesi lokal dan dengan biaya yang relatif terjangkau."Ini merupakan cara cepat dan mudah sebagai alternatif operasi dan dari 400 kasus yang telah ditangani, kami tidak menerima laporan adanya efek samping," terang Al-Jassim.

Dalam proses ini, dokter akan menyuntikkan zat kimia yang dikenal dengan sodium tetradecyl sulphate ke dalam langit-langit lunak. Hal ini akan menyebabkan peradangan, yang selanjutnya akan sembuh dan membentuk luka yang keras.

Pertama, Al-Jassim menyemprotkan solusi pembeku ke bagian belakang tenggorokan pasien, dan selanjutnya menyuntikkan anestesi lokal. Kemudian ia menyuntikkan sodium tetradecyl sulphate ke langit-langit lunak pasien. David menyatakan menerima sekali suntikan di 2007.

"Tidak terlalu menyenangkan, tetapi tidak sakit. Prosesnya hanya beberapa menit dan saya bisa langsung bekerja kembali setelahnya," ujar David. David melalukan suntikan kedua di 2008 dan pasangannya menyatakan kalau ia telah sembuh.

Menurut Al-Jassim, pasien mungkin memerlukan lebih dari satu suntikan. Suntikan bisa diberikan hingga 12 kali dalam 12 bulan. Jika diperlukan, pasien juga bisa mendapat suntikan lanjutan.

"Snoreplasty merupakan prosedur baru yang sangat menarik, dan bisa menjadi alternatif efektif untuk menggantikan operasi yang invasif." (OL-08)

gambar: sleepzine.com

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat