Stimulasi Otak Cara Baru Penyembuhan Sindrom Tourette

28 Oktober 2009 Artikel Kesehatan


"Penemuan ini diharapkan bisa membantu orang-orang dengan sindrom Tourette yang parah sehingga membutuhkan pengobatan baru agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya," ujar Dr Andrea Cavanna dari University of Birmingham, Inggris, seperti dikutip dari HealthDay, Rabu (28/10/2009).

Sindrom Tourette adalah kelainan pada saraf yang berciri khas pengulangan (repetitif), stereotip, pergerakan yang tidak disengaja, dan biasanya disebut dengan saraf yang tidak sadar (tics). Sindrom Tourette terjadi pada orang-orang dari semua kelompok etnis. Penderita sindrom Tourette dapat dikenali dengan gejala tidak dapat mengendalikan kata-kata, berteriak keras, mengangkat bahu serta menyentakkan kepala atau bahu.

Dalam penelitian ini melibatkan 15 orang penderita sindrom Tourette parah dan juga mengalami obsessive compulsive disorder (yaitu kondisi kesehatan mental yang berhubungan dengan pemikiran obsesif serta perilaku yang memaksa). Semua pasien ini menerima stimulasi otak terdalam berupa impuls listrik yang ditanamkan di otak melalui proses pembedahan.

Setelah mendapatkan stimulasi otak selama 2 tahun, didapatkan pasien tersebut mengalami penurunan tics dan gejala obsessive compulsive disorder seperti depresi dan kecemasan. Penurunan yang didapatkan sebesar 26 hingga 33 persen dan hasil ini telah dilaporkan dalam jurnal Neurology.

"Meskipun dalam penelitian ini hanya melibatkan 15 orang pasien, hal terbesar yang didapatkan adalah efektivitas dari stimulasi otak ini sebagai pengobatan untuk pasien sindrom Tourette," ungkap Cavanna. Lebih lanjut Cavanna menambahkan setelah dua tahun mendapatkan stimulasi terdapat banyak perbaikan dalam tics serta mengurangi masalah-masalah neurologisnya.

Cavanna mengharapkan lebih banyak lagi penelitian mengenai stimulasi otak ini sehingga nantinya dapat dibuat kesimpulan secara umum bahwa stimulasi otak terdalam adalah pengobatan yang aman dan efektif untuk mengobati sindrom Tourette.

sumber gambar: news.softmedia

sumber: health.detik.com