Si Manis Tebu yang Kaya Akan Manfaat

10 Maret 2019 Artikel Kesehatan


Jika membahas tentang tanaman tebu, pasti tidak akan jauh-jauh dari gula. Ya, karena tebulah merupakan bahan baku utama pembuatan gula.

Tanaman yang tumbuh subur di iklim tropis ini sangat mudah dijumpai di Indonesia. Saat ini, produk olahan tebu tidak melulu hanya memproduksi gula saja. Melainkan menjadi olahan lain seperti minuman segar air tebu, jus, dan masih banyak lagi.

Di balik rasanya yang manis dan segar, ternyata tanaman tebu ini kaya akan manfaat lho! Apa saja? Yuk simak artikel berikut.

Baik untuk penderita diabetes

"Padahal air tebu kan manis? Mengapa justru baik untuk penderita diabetes?" ya, banyak anggapan bahwa tebu sama halnya dengan gula atau pemanis lainnya, namun air tebu asli sebenarnya mengandung pemanis alami. Sehingga tidak membahayakan atau memicu penyakit diabetes.

Menyembuhkan penyakit hepatitis

Khasiat air tebu juga bisa dimanfaatkan untuk menyembuhkan penyakit hepatitis atau biasa disebut penyakit kuning. Air tebu alami dapat mengembalikan kekuatan fungsi hati sehingga air tebu mampu mengembalikan kekuatan fungsi hati sehingga air tebu mampu menyembuhkan penyakit kuning.

Mengobati batu ginjal

Batu ginjal terjadi karena dehidrasi di dalam tubuh. Oleh karena itu untuk menghidrasi tubuh kembali, Anda dapat mencoba mengonsumsi air tebu secara rutin. Air tebu juga mempunyai kandungan alami yang dapat memecah batu ginjal.

Kaya akan nutrisi

Selain rasanya yang segar, ternyata air tebu menyimpan kandungan yang kaya akan manfaat seperti vitamin dan mineral seperti fosfor, zat besi, kalium, kalsium, dan magnesium. Tidak hanya itu, penelitian menunjukkan bahwa air tebu mampu membantu memulihkan kekurangan vitamin di dalam tubuh akibat penyakit demam yang tinggi.

Mencegah kanker

Seperti Anda ketahui, kanker merupakan faktor penyumbang kematian terbesar di Indonesia. Dengan konsumsi air tebu, maka kanker dapat dicegah. Kandungan alkali di dalamnya itulah yang mampu mencegah kanker terutama kanker usus besar, kanker paru-paru, dan kanker payudara.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)