Si Kecil Hiperaktif? Bisa Jadi Akibat Kurang Tidur

16 Juni 2019 Artikel Kesehatan


Tidak bisa dipungkiri bahwa tidur merupakan cara tubuh memulihkan stamina sehingga badan kembali bugar. Begitupula bagi si kecil. Namun, tahukah Anda bahwa kurang tidur dapat menyebabkan si kecil jadi hiperaktif? Penelitian yang dipresentasikan dalam SLEEP 2009, pertemuan tahunan dari Associated Professional Sleep Societies yang berlangsung di Seattle, AS menunjukkan anak yang jarang tidur siang cenderung bermasalah dalam menjalankan fungsi psikososialnya.

Psikososial bisa didefinisikan sebagai hal yang berhubungan dengan kejiwaan dan sosial. Kejiwaan tentu saja berasal dari dalam diri, sedangkan aspek sosial berasal dari luar. Kedua aspek ini sangat berpengaruh dalam masa pertumbuhan anak.

Dalam penelitiannya, para ahli dari Pennsylvania State University meneliti dampak dari tidur siang pada 62 anak, di mana 23 persennya jarang tidur siang.

Secara umum waktu tidur dua kelompok ini dalam 24 jam memang tidak banyak berbeda, tetapi uji perilaku yang dilakukan menunjukkan anak yang jarang tidur siang lebih banyak yang mengalami gangguan perilaku seperti hiperaktif dan depresi.

Dr.Brian Crosby, salah seorang peneliti mengungkapkan bahwa hasil dari studi ini adalah adanya hubungan antara dua hal. Mereka tidak bisa membuat kesimpulan sebab akibat. Jadi tidak bisa dikatakan anak yang hiperaktif dan sulit diatur disebabkan karena mereka tidak tidur siang. Masih dibutuhkan penelitian lanjutan.

Meski demikian, Crosby mengungkapkan bahwa tidur siang sangat penting pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sayangnya, kebanyakan anak berusia di atas 4 tahun mulai jarang tidur siang.

Kebiasaan anak di zaman modern saat ini ialah banyaknya aktifitas di luar sekolah yang padat sehingga mengganggu jam tidur dan istirahat mereka. Jadi, mulai dari sekarang biasakanlah ajak anak untuk tidur siang atau dengan istirahat yang cukup sesuai kegiatan yang diikutinya.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)