Sering Nyeri Sendi dan Pinggang? Mungkin Ini Penyebabnya

28 Desember 2017 Artikel Kesehatan


Hampir semua orang pernah mengalami sakit pinggang,vada yang ringan sehingga dapat diabaikan namun ada pula yang sakit parah sampai-sampai tidak bisa bekerja bahkan bangun dari tempat tidurpun terasa sulit karena sakit. Mungkin anda pernah mengalami sakit pinggang dengan penyebab yang jelas, misalnya sakit pinggang akibat duduk terlalu lama, sakit pinggang muncul setelah bekerjaan seharian dan lain sebagainya. Akan tetapi sakit pinggang seringkali muncul dengan penyebab yang tidak diketahui oleh penderitanya.

Sebuah penelitian mengungkapkan, tak sedikit orang menyalahkan kantor sebagai penyebab utama munculnya rasa nyeri leher dan punggung mereka. Nyeri yang mereka rasakan tak hanya berdampak pada kualitas pekerjaan saja, melainkan ini sudah mempengaruhi kehidupan dan kepercayaan diri mereka sendiri. Penelitian yang dilakukan Simplyhealth dan melibatkan 1.000 orang yang berusia 25-65 memberikan jawaban tentang rasa sakit dan nyeri. Satu dari empat orang menyebut lingkungan kerja mereka yang mengharuskan mereka di posisi yang sama untuk jangka waktu lama yang berkontribusi memberikan sakit dan nyeri di tubuh. Seperti satu dari enam menyalahkan karena harus terus duduk berlama-lama membuat mereka menderita nyeri sendi dan punggung. Hanya sepertiga dari mereka yang disurvei menyebut bahwa sakit yang mereka alami adalah karena faktor usia.

Beberapa kebiasaan buruk yang perlu dihindari untuk mencegah nyeri pinggang:
1. Tidak berolahraga

Orang yang jarang berolahraga terutama latihan penguatan perut, dapat menyebabkan postur tubuh menjadi buruk dan meningkatkan risiko nyeri pinggang. Olahraga meningkatkan stabilitas otot pinggang, sehingga dapat mencegah nyeri pinggang. Latihan kardiovaskular seperti berenang, berjalan, dan bersepeda juga dianjurkan untuk dilakukan bersama dengan gerakan-gerakan yang meningkatkan fleksibilitas.

2. Sikap tubuh yang salah
Sikap tubuh yang salah juga dapat menyebabkan postur tubuh buruk hingga menambah ketegangan pada otot dan menempatkan tekanan pada tulang belakang. Seiring waktu, tekanan tersebut dapat mengubah karakteristik anatomi tulang belakang. Untuk menghindari cedera pinggang, cobalah untuk berdiri dengan lutut sedikit menekuk dan menempatkan satu kaki ke depan untuk mengurangi tekanan dari pinggang bagian bawah dan mengurangi rasa sakit. Ketika duduk, para ahli menyarankan untuk duduk dengan pinggul sedikit lebih tinggi dari lutut.

3. Salah teknik ketika mengangkat barang
Nyeri pinggang dapat disebabkan karena cedera, misalnya ketika anda mencoba untuk mengangkat benda berat dan melakukannya dengan teknik yang tidak benar.

4. Kelebihan berat badan
Kontrollah berat badan untuk mencegah nyeri pinggang, karena kelebihan berat badan, terutama di bagian pinggang dan perut dapat menggeser seluruh pusat gravitasi tubuh ke depan. Hal ini dapat menempatkan beban tambahan pada otot pinggang dan anda akan lebih berisiko nyeri pinggang.

5. Merokok
Nikotin dalam rokok dapat membatasi aliran darah ke cakram yang melindungi tulang dan meningkatkan laju perubahan degeneratif. Merokok juga mengurangi penyerapan kalsium dan mencegah pertumbuhan tulang baru. Sebuah studi menyetakan bahwa seorang perokok memiliki 2 kali lipat risiko patah tulang akibat osteoporosis dibandingkan dengan orang yang bukan perokok.

6. Kurang mengonsumsi kalsium dan vitamin D
Nutrisi ini penting untuk kekuatan tulang, sehingga Anda dapat berisiko nyeri pinggang jika kekurangan asupan kalsium dan vitamin D dalam diet harian. Konsultasikan dengan dokter, apakah perlu mengambil suplemen vitamin atau hanya perlu mengubah diet.

Penelitian juga menemukan, bahwa perempuan lebih mungkin mengalami sakit ketimbang pria. Hendaknya mengupayakan juga keseimbangan antara istirahat dan kegiatan fisik. Aktivitas harus diperhatikan, tubuh harus mendapat istirahat yang cukup, hal ini mencakup pola hidup yang sehat, termasuk pola makan sehat, pola nilai sehat, dan pola pikir sehat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)