Sering Makan Telur Setengah Matang? Hati-Hati!

29 Juni 2014 Artikel Kesehatan


Telur merupakan sumber protein lemak dan mineral dan vitamin yang baik bagi tubuh, Namun masih banyak yang bertanya-tanya mana yang sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan mentah, setengah matang, atau rebus dan bagaimana pengaruh pemasakan terhadap nilai gizinya.

Nilai gizi telur sangat lengakap, telur merupakan sumber protein yang baik, kadarnya sekitar 14%, sehingga dari tiap butir telur akan diperoleh sekitar 8 gram protein. Kandungan asam amino proteinya sangat lengkap, sehingga protein telur (campuran putih dan kuning telur) sering kali dijadikan sebagai protein "referensi".

Tetapi ternyata mengkonsumsi telur setengah matang cukup berbahaya bagi kesehatan, hal ini karena telur yang kita konsumsi terdapat bakteri yang bisa menyebabkan keracunan. Karena dalam usus unggas adalah salah satu penyimpanan utama bakteri Salmonella. Salmonella adalah suatu genus bakteri enterobakteria gram-negatif berbentuk tongkat yang menyebabkan tifoid, paratifod, dan penyakit foodborne.

Bakteri Salmonella tersebut juga dapat mengganggu saluran pencernaan dan mengakibatkan diare, muntah, kejang perut, serta demam. Tapi itu semua tergantung kondisi dari orang yang akan mengonsumsi telur tersebut. Bagi orang produktif yang masih memiliki daya cerna bagus, tidak masalah jika mengonsumsi telur setengah matang. Namun perlu diingat, matangnya pun tidak sampai kering karena bisa mengurangi kandungan nutrisi atau protein pada telur.

Sementara bagi orang tua atau usia lanjut lebih bagus mengonsumsi telur setengah matang. Hal ini dikarenakan jika terlalu matang akan terjadi koagulasi protein. Tapi prinsipnya, selama proses memasak telur itu benar, apapun sajian atau cara mongonsumsinya, telur tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Semoga bermanfaat!

Oleh: Ariyanti S
(Dikutip dari berbagai sumber)