Artikel Kesehatan
24 April 2013

Sering Buang Angin? Mungkin Ini Penyebabnya...

Kembung pada perut tidak hanya membuat tubuh akan terus mengeluarkan angin tapi juga dapat membuat perut kurang nyaman dan membuat orang akan buang angin atau istilahnya "kentut".

Kentut memang menyehatkan. Tetapi kalau berlebihan, rasanya menyebalkan sekali. Penyebab kentut sebenarnya adalah karena adanya udara yang terlalu banyak dalam perut. Sehingga tubuh mengeluarkannya melalui kentut. Banyak orang yang merasa malu jika ketahuan kentut karena masalah perkentutan seringkali dinilai dari sisi etika dan kesopanan. Meskipun seperti itu, kentut sebenarnya tubuh memberikan sinyal kepada kita bahwa sistem pencernaan dan usus kita berjalan lancar.

Kentut itu sehat karena menandakan gerakan peristaltik usus hingga anus berjalan normal. Namun kalau buang anginnya keseringan itu pertanda ada gangguan di perut.

Beberapa hal yang bisa memicu pembentukan gas di lambung dan membuat orang sering kentut antara lain sebagai berikut.

1. Memaksakan berolahraga secara berlebihan
Berlari bisa membuat orang mengalami gangguan pencernaan, khususnya kembung dan sering kentut. Diyakini, olahraga berlebihan adalah penyebabnya.
Kita cenderung bernapas lebih banyak saat olahraga berat, sehingga orang yang lari di treadmill lalu memaksakan diri akan mengalami perut kembung.

2. Stres
Banyak orang mengalami perut tidak nyaman saat berada di bawah tekanan. Stres, panik dan gelisah adalah kondisi kejiwaan yang memicu produksi gas dalam perut. Dalam kondisi seperti ini, orang banyak mengeluh dan mengalami hiperventilasi sehingga perutnya dipenuhi gas.

3. Jus jeruk
Jeruk tidak termasuk penyebab kembung dan sering kentut karena memiliki komposisi fruktosa dan glukosa yang pas. Namun ketika dibuat jus, fruktosa pada jeruk terpecah dan hal itu bisa memicu pembentukan gas di saluran cerna. Untuk itu, Cobalah makan langsung buah secara segar daripada dibuat jus.

4. Susu dan produk olahannya
Laktosa, gula yang ada dalam susu dan produk olahannya akan dipecah di dalam perut oleh enzim laktase. Ketika produksi laktase tidak mencukupi, laktosa akan masuk ke usus halus lalu dicerna oleh bakteri yang ada sehingga terbentuklah gas.

5. Banyak minum saat makan malam
Minum air putih sehabis makan adalah kebiasaan baik yang menyehatkan. Namun terlalu banyak minum air putih saat makan malam juga bisa menyulitkan kita
Jika kita makan sembari minum, kita akan selalu meneguk dan terbentuklah gas di perut. Jadi minumlah sedikit saja selagi makan, lalu habiskan sisanya setelah makan.

6. Buah dan sayuran tertentu
Cherry, bawang merah, kubis, apel, jamur, dan jagung termasuk makanan yang membentuk gas di perut. Demikian juga sebagian besar kacang-kacangan.

Kelompok ini makanan digolongkan sebagai FODMAPs ( Fermentable, Oligosaccharides, Disaccharides, Monosaccharides and Polyols) memiliki kandungan karbohidrat yang susah dicerna di usus halus. Sesampainya di usus besar, makanan ini akan difermentasi oleh bakteri dan menghasilkan gas.

7. Obat-obatan
Beberapa jenis obat termasuk obat batuk sering mengandung pemanis buatan yang disebut sorbitol atau xilytol. Gula yang sulit diserap tersebut sukar dicerna oleh tubuh dan malah menjadi makanan bakteri. Salah satu hasil pencernaan oleh bakteri adalah gas.

8. Sering konsumsi minuman alkohol
Bir dan anggur merah beralkohol adalah penyebab perut kembung dan sering kentut. Minuman hasil fermentasi bisa mengganggu keseimbangan bakteri di dalam perut, demikian juga bahan-bahan tambahan seperti coneger yang memberi warna pada anggur merah beralkohol.

9. Minuman berkarbonasi
Kandungan karbon dioksida yang ada di dalam minuman berkarbonasi atau minuman bersoda bisa menyebabkan kembung. Dalam kondisi dingin, minuman ini lebih memicu kembung dan sering kentut.

10. Makanan yang dipanaskan ulang
Roti, kentang dan pasta bukan makanan berbahaya sebenarnya. Namun ketika makana tersebut sudah dipanaskan ulang, perut lebih susah mencernanya sehingga memicu lebih banyak gas yang terbentuk.

11. Hernia
Kembung dan sering kentut bisa menjadi gejala pada hernia hiatus, yakni menonjolnya bagian atas lambung ke dalam rongga dada yang mengarah ke kerongkongan. Karena katup yang menghubungkan antara lambung dengan kerongkongan melemah, maka gas lebih mudah masuk ke dalam perut.

12. Permen karet
Permen karet, khususnya yang diklaim rendah gula sebenarnya mengandung pemanis buatan yang disebut xylitol. Pemanis buatan tersebut susah dicerna sehingga memicu pembentukan gas. Belum lagi, gerakan mengunyah membuat udara luar banyak yang menyusup ke dalam perut.

Agar terhindar dari perasaan ingin membuang angin, batasilah makanan diatas supaya tidak mengganggu aktivitas anda pada nantinya.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Artikel Kesehatan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris