Sepatu Olahraga Anda Sudah Tepat?

2 Desember 2010 Artikel Kesehatan


Sepatu adalah perlengkapan berolahraga yang seharusnya menjadi perhatian dan pertimbangan terpenting, namun seringkali justru terabaikan. Produsen sepatu membuat beragam jenis sepatu sesuai kegunaannya masing-masing bukan karena alasan penjualan saja, tetapi juga untuk kepentingan si pengguna sesuai kebutuhannya. Sepatu berolahraga bisa membantu sekaligus merusak olahraga Anda. Berikut kesalahan yang paling sering terjadi saat pemilihan sepatu olahraga:

1. Apa saja yang mudah diambil
Tracie Rodgers, PhD, psikolog olahraga mengatakan, "Salah satu kesalahan terbesar saat mau mulai olahraga lari, joging, atau lainnya adalah dengan mengambil sepatu apa pun yang terdekat, lalu mulai olahraga."

2. Memilih sepatu yang tepat untuk olahraga yang salah
Pertama, Anda harus memilih sepatu yang tepat untuk olahraga yang akan Anda lakukan. Ini penting. "Sepatu lari memiliki sol dan kepadatan yang sudah diperhitungkan stabilitas lateralnya, karena pada saat lari, Anda tak bergerak secara lateral," jelas Joe Puleo, penulis Running Anatomy.

"Anda hanya bergerak maju, dan sepatu untuk lari dibuat untuk menyokong sekaligus memberikan stabilitas saat Anda menggerakkan kaki mengikuti siklus lari. Sementara sepatu untuk olahraga basket dan tenis juga harus dibuat stabil secara lateral, karena Anda akan bergerak ke kiri dan ke kanan. Masing-masing kegunaan dan sokongan untuk kestabilannya berbeda," jelas Puleo. Menurutnya, bahkan untuk berjalan pun diperlukan sepatu yang berbeda karena gerakan otot pada dasar kakinya berbeda.

Carilah sepatu yang; memiliki bagian tumit cukup keras dan ajek, menyokong dengan baik (seharusnya tidak bisa ditekuk terlalu mudah), ringan (Anda tak ingin menambah beban pada kaki Anda). Disarankan untuk memilih sepatu yang memang dibuat untuk jenis olahraga yang Anda lakukan lebih dari 2 kali dalam seminggu.

3. Terlalu fanatik
Sepatu olahraga Anda seharusnya menjadi sepatu yang dikenakan saat Anda berolahraga, dan bukan sepatu yang Anda kenakan ke mana pun Anda pergi. Anda bisa merusak sepatu jika Anda mengenakannya sambil berdiri terlalu lama, dipakai ke sana ke mari setiap hari dan tidak banyak digunakan untuk kegiatan seperti yang dibuat khusus untuk itu. Jadi, pisahkan sepatu yang Anda gunakan untuk kegiatan sehari-hari dengan sepatu yang Anda gunakan untuk berolahrga.

4. Dipakai terus menerus
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah malas untuk mengganti sepatu olahraga. Alias, sepatu yang sama dikenakan selama bertahun-tahun. Banyak yang baru mengganti sepatu saat sudah mulai terlihat jelek. Padahal, sepatu bisa saja mulai kehilangan kegunaannya saat ia masih terlihat bagus. Kegunaan sepatu seharusnya ada pada kemampuannya untuk menyokong kaki. Saat hal tersebut rusak, Anda akan mulai merasa rasa sakit di tempat-tempat atau sendi tertentu, seperti lutut, pinggul, dan punggung.

Para pelari disarankan untuk mengganti sepatunya setiap sudah pernah dipakai lebih dari 500 km. Jika Anda tak menghitung sudah berapa jauh Anda menggunakan sepatu itu, disarankan untuk mengganti sepatu setiap penggunaannya lebih dari 1 tahun jika jarang digunakan, dan gantilah setiap 6 bulan jika penggunaannya setiap hari demi kesehatan sendi-sendi dan kaki Anda.

Disarankan pula untuk rajin mengecek ukuran kaki Anda, karena ukuran kaki cenderung bertambah besar seiring bertambahnya usia.

5. Tak mau dibantu profesional
Kecuali Anda adalah atlet profesional dan sudah terbiasa menggunakan sepatu yang sama bertahun-tahun, jangan merasa paling tahu akan sepatu yang terbaik untuk Anda. Jika Anda memang serius untuk menekuni satu olahraga tertentu, datangi toko yang khusus menyediakan pelayanan untuk para pemula dengan barang-barang yang dikhususkan juga. Para penjaga tokonya akan membantu Anda untuk mengukur sepatu, mengevaluasi ukuran lengkung kaki, dan mencatat aktivitas atletis Anda. Dengan begini, Anda akan merasa sepatu yang Anda kenakan amat nyaman dan menyokong aktivitas Anda.

Sumber: kompas.com