Sehat Dimulai dari Kuku

19 Januari 2018 Artikel Kesehatan


Mungkin anda sudah mengenal pemeriksaan kesehatan berdasarkan darah, urin, ataupun feses. Namun tahukah anda, kuku merupakan salah satu bagian yang banyak menjadi perhatian wanita dengan manicure dan pedicure juga bisa menjadi petunjuk apakah anda sehat atau tidak. Bahan pembentuk dari kuku manusia adalah keratin protein yang banyak mengandung sulfur. Kuku juga merupakan bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnya yang sangat sedikit. Fungsi utama kuku adalah untuk melindungi ujung jari yang lembut dimana ujung syaraf-syaraf berada. Kuku bisa menjadi pintu bagi masuknya kuman dan bakteri ke dalam tubuh. Oleh karena itu, sangatlah penting menjaga kuku agar selalu bersih dan terawat. Terutama bagi mereka yang senang memanjangkan kuku demi mempercantik penampilan.

Para ahli yang tergabung dalam the Infectious Disease Society of America di San Fransisco, disebutkan bahwa memiliki kuku dengan panjang lebih dari 3 millimeter lebih berisiko dibanding yang memiliki kuku pendek. Sebabnya, kuku yang panjang rentan dihinggapi bakteri, kuman, dan jamur yang dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

Bahaya lain dari kuku panjang adalah ketika timbul rasa gatal, secara refleks kita akan menggaruknya. Dr. David Katz dari Yale University mengatakan, menggaruk dengan kuku yang panjang dan tidak bersih dapat membuat kulit terluka serta berisiko memicu infeksi. Selain itu, Dr. Carol A. Kauffman pengajar bidang studi penyakit dalam di University of Michigan mengatakan, sebagian besar orang tidak mencuci tangan mereka hingga bersih. Hal ini membuat kuman dan kotoran yang berada di bawah kuku mengendap cukup lama dan membahayakan kesehatan.

Tak hanya itu, kuku juga dapat berfungsi sebagai jendela kesehatan tubuh secara umum. Kuku yang berwarna gelap atau pucat, teksturnya kasar, serta ujungnya tidak rata, dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan seperti infeksi jamur, diabetes, hepatitis, kekurangan nutrisi, dan masih banyak lagi lainnya. Banyak penyakit yang bisa dideteksi cepat hanya dengan melihat kondisi kuku pasien, salah satunya diabetes. Mengamati kuku pasien merupakan bagian dari metode diagnosa yang selalu dilakukan.

Tip merawat kuku;
1. Pastikan kuku selalu bersih dan kering.
2. Hindari kebiasaan menggigit kuku ataupun mencabut kutikel, karena dapat merusak kuku.
3. Hindari memanfaatkan kuku sebagai alat, misalnya untuk membuka minuman kaleng atau botol.
4. Potong kuku secara rutin. Kuku yang pendek meminimalisir risiko terluka maupun menjadi tempat tinggal kuman.
5. Potong kuku secara lurus menyilang menggunakan gunting kuku. Akhiri dengan memotong kedua ujungnya secara melingkar.
6. Biasakan mencuci tangan hingga bersih, basuh tangan dengan sabun sekurang-kurangnya selama 15 detik.
7. Terapkan pola makan sehat seimbang. Pola makan sehat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan organ-organ tubuh, termasuk kuku. Untuk mendapatkan kuku sehat dan kuat, agar mengonsumsi banyak protein, seperti ikan, daging, dan sayur-sayuran.

Untuk mengetahui kesehatan tubuh secara keseluruhan, cobalah anda memijat setiap kuku jari anda. Bila kuku menjadi merah setelah ditekan, berarti anda memiliki peredaran darah dan organ tubuh yang baik. Namun jika kuku tidak segera memerah setelah di tekan, itu artinya peredaran darah anda tidak lancar dan ada organ tubuh yang kurang sehat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)