Seberapa Sering Boleh Makan Daging Merah?

21 Februari 2011 Artikel Kesehatan


Daging merah memang sangat disarankan untuk memenuhi kebutuhan akan zat besi. Kekurangan zat gizi mikro ini akan membuat Anda mengalami penurunan kadar hemoglobin, yang kita sebut dengan anemia. Gejala anemia antara lain pucat, kurang konsentrasi, berkunang-kunang, sakit kepala, kelelahan, lesu, dan lemah. Anemia yang lebih parah bahkan bisa menyebabkan stroke dan penyakit jantung.

Meskipun demikian, konsumsi daging merah dan daging olahan perlu dibatasi. Jika tidak, Anda akan meningkatkan risiko kanker usus, demikian menurut para pakar kesehatan. The Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN) juga telah diminta Departemen Kesehatan Inggris untuk meninjau ulang asupan harian daging merah sebagai sumber zat besi.

"Meskipun bukti-buktinya tidak meyakinkan, sebagai tindakan pencegahan, asupan daging merah dan daging merah olahan sebaiknya tidak lebih dari rata-rata dan, untuk orang yang sering mengonsumsi daging merah ini sebanyak 100 gram atau lebih per hari, sebaiknya kurangi jumlah asupan tersebut," papar juru bicara komite tersebut.

Jumlah rata-rata konsumsi daging yang disarankan The World Cancer Research Fund adalah 70 gram per hari (sama dengan tiga lembar daging asap) atau 500 gram seminggu. Jadi, boleh-boleh saja Anda menikmati daging merah setiap hari, asal jumlahnya tak lebih dari 70 gram sehari. Jangan lupa, pilih daging tanpa lemak untuk menghindari kenaikan kadar kolesterol.

Daging sapi bukan satu-satunya jenis daging merah yang bisa dikonsumsi. Daging babi, kambing, dan domba juga bisa menjadi pilihan. Namun, yayasan ini menyarankan konsumen untuk menghindari daging olahan, seperti hot dogs, ham, bacon, dan beberapa sosis dan burger.

Pendek kata, mereka yang mengonsumsi daging merah tanpa lemak dalam jumlah yang tidak berlebihan tidak akan meningkatkan risiko penyakit ini. Bahkan, akan mendapatkan manfaat zat besinya dengan maksimal.

Sumber: kompas.com