Seberapa Penting Sarapan Pagi?

23 September 2013 Artikel Kesehatan


Selama ini telah banyak anggapan yang salah seputar sarapan. Banyak orang beranggapan minum teh atau kopi di pagi hari sudah dianggap sarapan. Makan sepotong kue di pagi hari dianggap sebagai sarapan. Padahal anggapan-anggapan tersebut merupakan sebuah kesalahan. Meski beberapa orang lebih memilih untuk melewatkan makan pagi atau sarapan dan menggunakan waktu makan pagi untuk kegiatan lain, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa pola demikian bukan merupakan ide yang bagus.

Kegiatan lain memang penting, tapi sarapan juga tidak kalah penting. Sarapan pagi memberikan banyak manfaat yang tidak bisa anda dapatkan dari makan-makan selanjutnya, makan siang dan makan malam. Tentu saja aktivitas makan pagi juga bukan berarti anda bisa makan apa saja tanpa kontrol. Diet atau mengatur pola makan tetap penting dan makan pagi yang sehat pastinya berupa menu penuh nutrisi, terutama sebagai asupan energi untuk aktivitas sehari penuh.

A.Sarapan dapat Menurunkan Berat Badan

Mungkin terkesan ganjil, bagaimana bisa makan pagi bisa membantu program penurunan berat badan? Beberapa penelitian menyebutkan orang-orang yang melewatkan makan pagi cenderung mudah bertambah berat badan. Penelitian yang dilakukan diLondon menunjukkan bahwa hal ini berkaitan dengan pola aktivitas didalam otak,dalam penelitian tersebut didapatkan bahwa orang yang melewatkan sarapan cenderung makan siang lebih banyak daripada mereka yang sudah sarapan.Ini logis mengingat orang yang melewatkan makan pagi jauh lebih lapar daripada yang tidak melewatkannya.Yang mengejutkan adalah orang yang melewatkan makan pagi cenderung memilih makan siang yang memiliki kadar kalori dan lemak sangat tinggi. Ini adalah pola aktivitas di dalam otak di mana rasa lapar dan ketertarikan terhadap makanan berkalori tinggi dan mendorong seseorang untuk makan lebih banyak.

B.Sarapan dapat Mengurangi Resiko Penyakit Kronis

Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Harvard dan yang melibatkan lebih dari 2800 orang, menunjukkan bahwa mereka yang rutin makan pagi memiliki resiko atau permasalahan gula darah 50% lebih rendah dari mereka yang melewatkan makan pagi. Masalah gula darah bisa menjadi pelopor diabetes dan bisa meningkatkan kadar kolesterol. Kolesterol yang tinggi meningkatkan resiko penyakit jantung. Makan pagi dapat membantu menstabilkan gula darah, karena sebelumnya anda tidak makan selama kurang lebih 12 jam, maka gula darah menurun hingga saat anda terbangun dan makan pagi. Jika anda memaksa tubuh anda mengalami kondisi demikian hingga waktu makan siang (melewatkan makan pagi) lalu makan siang dalam porsi besar, maka gula darah melonjak secara tiba-tiba. Jika kondisi melonjaknya gula darah semacam itu terjadi secara terus-menerus, maka dapat menyebabkan resistensi insulin dan kemudian dapat berkembang menjadi penyakit kronis.

C.Mengatur Pola dan Jenis Makanan Tetap Penting

Apa yang anda makan dipagi hari juga harus tepat. Kandungan gula di dalam menu sarapan seringkali bertolak belakang dengan pola makan sehat, mengandung kadar gula begitu tinggi misalnya sereal, donat, roti dll. Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung gula rafinasi, jenis makanan ini akan memberikan energi hingga waktu makan siang bahkan lebih lama lagi.

Di samping untuk meningkatkan kemampuan otak, sarapan pagi dapat mencegah timbulnya kadar kolesterol buruk atau LDL. Sarapan pagi yang baik akan memberikan perlindungan terhadap jantung dan organ tubuh penting lainnya maka sesungguhnya tidak ada alasan anda tidak melakukan sarapan pagi sebelum beraktivitas. Tentang waktu sarapan pagi yang singkat karena harus cepat beraktivitas bukan sebuah alasan untuk tidak sarapan pagi karena waktu yang singkat itu bisa disiasati bila anda lebih mementingkan kesehatan.

(Dikutip dari berbagai sumber)