Sebelum Makan, Bayangkan Anda Makan Sampai Puas

15 Desember 2010 Artikel Kesehatan


Ngidam makanan tertentu biasanya dianggap sebagai pertanda diet bakal kacau, karena Anda cenderung akan makan lebih banyak. Tetapi Anda tidak perlu mengindahkan aturan ini sekarang, karena menurut para peneliti dari Carnegie-Mellon University di Pittsburgh, makanan yang kita sukai akan membantu penurunan berat badan. Sebab dengan membayangkan makan lebih banyak, Anda bisa menahan diri untuk tidak mengonsumsi makanan tersebut.

Kesimpulan ini didapatkan setelah para peneliti meminta sekelompok responden untuk membayangkan sedang mengunyah dan menelan 30 butir cokelat M& M, tanpa melihat, menyentuh, menghirup aromanya, dan merasakannya. Hal ini dilakukan berulang kali selama 1,5 menit, sehingga terjadi proses membiasakan diri.

Kemudian, kelompok yang lain diminta untuk memvisualisasikan saat menikmati tiga butir cokelat M& M, atau tidak makan sama sekali. Ketika eksperimen itu berlalu, semua responden ditawari semangkuk cokelat M& M. Dari situ, para peneliti mendapati bahwa mereka yang terlibat dalam fantasi mental tentang cokelat itu hanya makan sekitar separuh dari jumlah yang dikonsumsi kelompok yang tidak memikirkan tentang butir-butir cokelat itu.

"Penekanan pikiran cenderung membuat orang peka terhadap makanan tertentu. Cara yang lebih baik untuk mengatasi ngidam mungkin dengan memanjakannya," kata pemimpin studi ini, Carey Morwedge, yang juga profesor ilmu sosial di Carnegie.

Morwedge menambahkan, kunci keberhasilannya adalah dengan membayangkan sedang makan makanan tersebut berulang-ulang. Ia yakin, bahwa makan secara imajiner akan berhasil, karena hal itu memicu pembiasaan diri, fenomena psikologis yang menjelaskan mengapa kita mampu membiasakan diri dengan sesuatu yang semula mengganggu. Misalnya, suara deru pesawat terbang yang tinggal landas, atau cahaya yang remang-remang yang kafe. Hal ini terjadi ketika paparan yang lebih lama terhadap suatu stimulus bisa mengurangi respons seseorang terhadap hal itu.

Para peneliti juga menyarankan, sebaiknya Anda makan di tempat yang tenang, bukan sambil nonton televisi atau di kafe yang ingar-bingar. Sebab, rangsangan dari luar juga bisa mengacaukan proses membiasakan diri ini. Melinda Johnson, ahli diet dan pengajar di Arizona State University di Tempe, mengatakan alasannya, "Hal ini membantu kita melihat secara lebih dalam tentang bagaimana kita menggunakan pikiran untuk mengelola nafsu makan."

Sumber: kompas.com