Sayur dan Buah Tidak Efektif Lawan Kanker

9 April 2010 Artikel Kesehatan


Diet kaya sayur dan buah telah lama diyakini membantu melawan kanker. Akan tetapi, temuan terbaru para peneliti dari Amerika Serikat, menentang klaim tersebut.

Peneliti menganalisis data dari 470.000 laki-laki dan perempuan di 10 negara di Eropa dan hanya menemukan hubungan lemah antara asupan sayur dan buah dengan pengurangan risiko kanker.

Studi ini memang menemukan bahwa peminum berat yang makan banyak buah dan sayur mengalami pengurangan risiko, tapi hanya kanker yang berkaitan dengan rokok dan alkohol. Selain itu, menurut studi yang dipublikasikan di Journal of the National Cancer Institute edisi enam April ini, efek perlindungan buah dan sayur terhadap kanker cenderung sedikit.

Di antara partisipan, terang peneliti Dr. Paolo Boffetta dari Mount Sinai School of Medicine di New York, asupan buah dan sayur tinggi juga berkaitan dengan faktor gaya hidup lainnya, seperti asupan alkohol rendah, tidak pernah merokok atau pernah merokok untuk jangka waktu singkat dan aktivitas fisik yang lebih tinggi."Faktor-faktor ini yang kemungkinan menurunkan risiko kanker," tutur Boffetta, seperti dikutip situs healthday.com

Temuan ini, terang Dr. Walter C. Willett dari the Harvard School of Public Health, mengkonfirmasi studi-studi sebelumnya yang menyimpulkan bahwa diet kaya buah dan sayuran hanya mempunyai pengaruh sedikit atau tidak mempunyai pengaruh sama sekali terhadap risiko kanker.

Willett menganjurkan agar studi selanjutnya fokus pada potensi perlindungan kanker dari buah dan sayuran jenis tertentu serta efek konsumsi buah dan sayuran di awal kehidupan.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan orang mengonsumsi lima takar buah dan sayur sehari untuk mencegah kanker dan penyakit lainnya. (IK/OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat