Sakit Pinggang, Ginjal atau Bukan? Bagian 1

21 September 2015 Artikel Kesehatan   |    dr. Kosasi Kwek


Mayoritas masyarakat Indonesia sering dengan mudah menganggap sakit pinggang atau sakit punggung bawah disebabkan oleh sakit ginjal. Kesalahpahaman ini sudah terlanjur mendarah daging dan diwariskan turun-temurun hingga saat ini. Bahkan masih banyak orang yang pada saat sakit pinggang, langsung membeli dan meminum obat penghancur batu ginjal.

Singkat kata, dari Sabang sampai Merauke, masih banyak di antara kita yang percaya/merasa bahwa sakit pinggang selalu disebabkan oleh batu ginjal.

Benarkah sakit pinggang disebabkan sakit ginjal? Tidak selalu; sakit pinggang tidak selalu disebabkan oleh penyakit (batu) ginjal. Justru sebaliknya, kebanyakan kasus/keluhan sakit pinggang atau sakit punggung bawah tidak disebabkan oleh sakit ginjal. Penyakit ginjal (misalnya batu ginjal, peradangan/infeksi ginjal) hanya salah satu penyebab di antara penyebab-penyebab lain.

Kondisi/penyakit apa saja yang bisa menimbulkan sakit pinggang? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus terlebih dahulu mengerti posisi atau letak ginjal serta struktur/susunan bagian-bagian tubuh kita di daerah punggung, pinggang, pinggul, bokong, paha, betis, sampai ke ujung kaki.

Anatomi punggung dan jaringan saraf
Tulang belakang (vertebrae) manusia tersusun memanjang dari tengkuk sampai "tulang ekor" (os coccygeus). Di dalam barisan tulang belakang ini terdapat saluran/kanal berisi sumsum tulang belakang (spinal cord / medulla spinalis). Sumsum tulang belakang adalah kumparan serabut-serabut saraf yang keluar dari tengkorak menuju ke arah tulang duduk. (Identik dengan kumparan benang-benang tembaga di dalam kabel listrik).

Sepanjang jalur sumsum tulang belakang, keluar cabang-cabang urat saraf yang berjalan ke arah samping kiri dan kanan; di daerah tengkuk, membentuk kumpulan saraf yang menuju ke masing-masing lengan sampai ke ujung jari-jari tangan. Di daerah punggung atas, keluar cabang-cabang urat saraf yang berjalan di dalam otot-otot punggung atas dan otot-otot antar-iga; melingkar ke arah depan sampai ke tengah dada. Di daerah punggung bawah, keluar cabang-cabang urat saraf yang berjalan di dalam otot-otot punggung bawah, melingkar ke depan sampai ke otot-otot perut.

Lebih ke bawah lagi, yaitu di dalam tulang duduk (os saccrum), kumparan saraf sumsum tulang belakang keluar sebagai saraf-saraf yang menuju ke panggul/pinggul, bokong, paha, berlanjut ke betis, kaki, sampai ke ujung jari-jari kaki. Serabut saraf yang terbesar di daerah ini disebut nervus sciaticus.

(Bagi para pembaca, semoga dua gambar di atas ini bisa membantu pemahaman tentang anatomi punggung/pinggang. Pengertian ini akan sangat berguna bagi kita untuk memahami keluhan sakit punggung/ pinggang.

Di daerah punggung bawah / pinggang, terdapat 5 ruas tulang belakang, disebut vertebrae lumbales. Kedua ginjal kita terletak di belakang rongga perut, tepatnya di sisi kiri-kanan ruas vertebrae lumbales ke-1 sampai ke-3. Umumnya posisi ginjal kanan sedikit lebih rendah daripada ginjal kiri. Jika dilihat dari arah punggung, ginjal kita terletak kira-kira di bawah perbatasan antara punggung atas dengan punggung bawah.

(Bersambung...)
(Penulis adalah seorang dokter umum dan tulisan lainnya dapat dilihat di kompasiana.com/dr.kosasi)