Sakit Lutut, Asam Urat atau Rematik atau Apa? (Bag 2)

15 Agustus 2014 Artikel Kesehatan   |    dr. Kosasi Kwek


Penjelasan sebelumnya disini

Sakit Lutut (Rematik Lutut): Apa Saja Penyebabnya?

Sakit lutut atau rematik lutut dapat disebabkan oleh bermacam-macam penyakit, yaitu:

  1. Pengapuran sendi atau Osteoartritis (Osteoarthritis).
  2. Kegemukan (Obesitas).
  3. Asam Urat.
  4. Cedera / trauma urat dan sendi lutut.
  5. Infeksi tulang dan sendi lutut.
  6. Kelainan sistem kekebalan tubuh dan kelainan darah, seperti penyakitRheumatoid Arthritis dan penyakit Lupus (SLE / Systemic Lupus Erythematosus).
  7. Tumor atau keganasan (kanker) tulang.
  8. Dan lain-lain.


Tentu saja masing-masing penyakit di atas mempunyai ciri-ciri khas tersendiri. Tulisan ini akan membahas tiga penyebab tersering rematik lutut dan bagaimana cara kita menentukannya.

Pengapuran Sendi (Osteoarthritis)
Pengapuran (Osteoarthritis, sering disingkat OA), penyebab tersering dari keluhan sakit lutut, merupakan penyakit yang berkaitan dengan proses penuaan. Semakin tua, tulang kita semakin rapuh / keropos (kekurangan zat kapur atau Kalsium / Calcium /Calc). Tulang yang keropos secara perlahan mengalami penyusutan / penipisan / penciutan, sehingga permukaan dan tepi-tepi tulang menjadi kasar, menonjol, atau bahkan meruncing atau bertaji. Tonjolan pada tepi tulang yang mengalami keropos inilah yang disebut pengapuran. Osteoporosis (rapuh tulang) dan pengapuran tulang merupakan dua proses yang berlangsung secara bersamaan atau simultan dan secara kronis. Semakin keropos sepotong tulang, semakin hebat pengapurannya.

Pengapuran tulang inilah yang menimbulkan rasa sakit / nyeri pada urat ataupun sendi, karena ia menekan / bergesekan dengan urat-urat di sekitarnya, terutama di saat ada pergerakan atau di saat ada beban terhadap sendi. Selain itu, juga terjadi penipisan atau kerusakan tulang rawan (cartilago) pada ujung tulang, dan berkurangnya jumlah cairan sendi di dalam rongga sendi.


Di bawah ini ditampilkan contoh foto Roentgen kasus osteoarthritis lutut atau pengapuran sendi lutut.

Dengan semua penjelasan di atas, maka kita dapat mengerti mengapa sakit lutut yang disebabkan oleh pengapuran (osteoarthritis) mempunyai ciri-ciri:

  • tidak menunjukkan tanda-tanda peradangan akut seperti panas, kemerahan, dan pembengkakan pada sendi lutut,
  • cenderung lebih berat terasa di saat ada pergerakan dan beban pada sendi lutut,
  • cenderung berkurang / hilang jika sendi yang sakit diistirahatkan / didiamkan,
  • cenderung lebih berat dirasakan oleh orang gemuk daripada orang kurus, dan
  • cenderung lebih berat terasa di saat cuaca dingin (malam hingga pagi).


Pengapuran (OA) sendi lutut lebih cenderung diderita oleh:

  • Orang usia lanjut, di atas umur 50 tahun.
  • Wanita, karena sebagian kalsium terpakai / terbuang di saat menstruasi, kehamilan, dan persalinan.
  • Orang yang jarang / tidak pernah olahraga.
  • Orang yang jarang / kurang makan sayur.
  • Orang gemuk.
  • Orang yang jarang terpapar / terkena sinar matahari.


Keropos (rapuh) tulang dan pengapuran tahap sangat lanjut - misalnya yang telah berlangsung selama belasan tahun atau berpuluh-puluh tahun, jika dikombinasikan dengan kelebihan berat badan atau kegemukan (obesitas), bisa membuat tungkai penderita berbentuk seperti huruf O atau huruf X.

Kegemukan (Obesitas), Penyebab Rematik Lutut Yang Sering Dan Penting
Pada tubuh manusia, beban berat badan terutama ditanggung oleh tulang-tulang belakang daerah punggung bawah, sendi panggul/pinggul, sendi lutut, sendi pergelangan kaki, dan tulang tumit.

Jadi, sendi lutut termasuk salah satu sendi yang sering menanggung / menahan beban berat badan kita, terutama pada saat berdiri, saat akan duduk, saat akan bangun dari duduk, saat akan berjongkok, saat akan bangun dari berjongkok, saat akan berlutut / bersujud, saat akan bangun dari berlutut / bersujud, saat berjalan, saat berlari, saat berjalan mendaki, saat menapaki anak tangga, dan sebagainya.

Oleh karena itu, kelebihan berat badan dan kegemukan (obesitas) dapat menyebabkan sakit lutut karena adanya beban atau tekanan berlebihan yang harus ditanggung / ditahan oleh sendi lutut. Jika kita perhatikan orang-orang gemuk dalam keluarga besar kita, orang-orang gemuk di sekitar kita, yang belum termasuk usia lanjut; maka kita akan menemukan fakta bahwa banyak di antara mereka yang mengalami keluhan sakit lutut semata-mata karena kegemukannya, bukan karena asam uratnya. Tentu saja orang gemuk juga cenderung menderita kelebihan kadar asam urat, tapi sakit lutut yang dialaminya belum tentu karena asam uratnya. Seseorang yang kegemukan (tapi belum berusia lanjut) bisa saja mengalami sakit lutut karena kegemukannya, atau karena asam uratnya, atau karena kegemukan dan asam uratnya. Untuk kasus sakit/nyeri lutut karena kegemukan, menurunkan berat badan menjadi keharusan.

Berat badan ideal orang dewasa (dalam satuan kilogram) dapat dihitung secara sederhana dengan rumus:

[ Tinggi badan (cm) - 100 ] - 10%
atau
0,9 x [ Tinggi badan (cm) - 100 ]

Asam Urat (Uric Acid)
Peradangan sendi akibat asam urat disebut arthritis gout (Gouty Arthritis). Kadar asam urat (uric acid) dalam darah berfluktuasi (naik-turun) sepanjang hari tergantung dari makanan dan aktifitas fisik. Kelebihan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dapat menimbulkan sakit lutut karena kristal asam urat mengendap / tertimbun di dalam urat dan jaringan lunak di bawah kulit. Timbunan atau endapan kristal asam urat inilah yang menimbulkan tanda-tanda peradangan seperti rasa sakit, rasa panas, kemerahan dan bengkak pada urat / sendi lutut.


Jika hiperurisemia berlangsung untuk jangka waktu yang lama (kronis), endapan di dalam urat akan membentuk tonjolan di bawah kulit di daerah urat yang bersangkutan, yang dalam bahasa medis disebut "tophus / tophi".

Bagian tubuh dan sendi yang cenderung menderita asam urat adalah:

  • Pangkal jari-jari kaki dan pangkal jari-jari tangan
  • Pergelangan kaki dan pergelangan tangan
  • Punggung kaki dan punggung tangan
  • Sendi siku lengan
  • Sendi lutut
  • Betis


Keluhan sakit / nyeri lutut akibat asam urat cenderung bersifat menetap. Artinya, walaupun sendi yang terlibat kita istirahatkan / diamkan, sakitnya cenderung tidak menghilang, terutama selama kadar asam uratnya masih tinggi. Dibandingkan dengan sakit lutut karena pengapuran, sakit lutut karena asam urat umumnya lebih cepat mereda / menghilang jika diobati dengan pereda sakit.

Penyebab utama kelebihan kadar asam urat adalah kebiasaan / kelebihan konsumsi makanan berprotein tinggi - terutama protein golongan purin (purine); oleh karena itu, asam urat dapat diderita oleh anak-anak remaja sampai usia lanjut.

Kadar normal asam urat dalam darah adalah 3,5 - 6,5 mg/dl , maksimal 7 mg/dl. Di Indonesia saat ini (2013), biaya pemeriksaan kadar asam urat di fasilitas laboratorium swasta berkisar antara Rp 30.000,- sampai Rp 40.000,-

Sakit Lutut: Pahami Dengan Benar, Jangan Langsung Vonis Asam Urat
Jumlah penderita sakit lutut dalam masyarakat kita cukup banyak, terutama di kalangan usia lanjut, di antara orang-orang gemuk, apalagi di antara orang-orang usia lanjut yang gemuk. Mungkin saja orang tua kita, kakek nenek kita, saudara-saudara kita, sanak famili kita, orang-orang di sekitar kita, atau bahkan diri kita sendiri pernah atau sedang menderita sakit lutut. Jika selama ini kita (termasuk kalangan medis dan paramedis) begitu mudah memvonis sakit lutut sebagai asam urat, maka setelah membaca dan mengerti tulisan ini, kita mungkin mulai menyadari bahwa kasus sakit lutut yang kita alami / temukan sehari-hari sebenarnya lebih banyak disebabkan oleh pengapuran sendi dan kegemukan (obesitas). Lebih-lebih di kalangan usia lanjut, kebanyakan kasus sakit lutut yang mereka alami sebenarnya disebabkan oleh pengapuran sendi, bukan oleh asam urat!

Setiap penderita sakit lutut bisa berbeda-beda penyebabnya; misalnya si A karena pengapuran, si B karena kegemukan, si C karena asam urat, si D karena pernah mengalami cedera. Mungkin juga seseorang menderita sakit lutut karena beberapa penyebab sekaligus, misalnya karena pengapuran dan asam urat, pengapuran dan kegemukan, asam urat dan kegemukan, atau gabungan ketiganya.

Faktor umur, berat badan, kebiasaan makan, ada / tidaknya riwayat cedera, dan ciri-ciri sakit lutut yang dialami, sudah cukup jelas untuk menuntun kita menentukan penyebab sakit lututnya. Di seluruh pelosok Nusantara, ada begitu banyak penderita sakit lutut yang salah mengerti tentang penyebab penyakit ini. Itu juga berarti ada begitu banyak kesalahan dalam pengobatan terhadap kasus sakit lutut. Sungguh sangat ironis bahwa ada begitu banyak penderita sakit lutut yang walaupun telah berbulan-bulan atau bertahun-tahun berobat sakit lutut, atau bahkan yang tungkainya sudah berbentuk seperti huruf O atau huruf X, masih bertanya-tanya, "Sebetulnya sakit lutut saya ini rematik atau asam urat?".

Jika kebetulan Anda atau anggota keluarga Anda ada yang menderita sakit lutut, maka pertimbangkanlah semua faktor di atas, dan diskusikanlah secara terperinci dengan dokter terdekat Anda. Jika penyebab sakit lututnya sudah bisa dipastikan, otomatis pengobatannya juga tepat sasaran.

Obat-obat dasar untuk pengapuran tulang, obat untuk menurunkan kadar asam urat, obat untuk mengurangi rasa sakit / nyeri, tersedia di semua puskesmas dari Sabang sampai Merauke.

Dengan memahami secara benar penyebab-penyebab tersering sakit lutut, kita menjadi tahu cara-cara pencegahannya. Menjalani pola hidup sehat, menjaga diet seimbang, rutin berolahraga, rutin terpapar sinar matahari pagi, menjaga berat badan ideal, harus dilakukan sedini mungkin. Dengan memahami secara benar penyebab-penyebab setiap kasus sakit lutut, kita bisa memberikan perawatan dan pengobatan yang benar dan yang terbaik.

(Penulis adalah seorang dokter umum, tulisan lainnya dapat dilihat di kompasiana.com/dr.Kosasi)