Resiko Mengunyah dengan Satu Sisi Mulut

27 September 2013 Artikel Kesehatan


Gangguan pada area sekitar mulut, seperti gigi, gusi, atau rahang, memang sangat menyakitkan.Apakah selama ini anda terbiasa mengunyah makanan hanya satu sisi mulut saja? Jika benar, ada baiknya anda mulai membiasakan melatih sisi mulut yang kurang aktif mengunyah.

Mengunyah makanan dengan dua sisi mulut bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mengunyah sendiri memiliki sifat self cleansing. Kunyahan akan memproduksi air liur pada mulut.

Air liur ini secara alamiah akan melawan kuman yang ada di mulut.Bila hanya mengunyah di satu sisi saja maka yang akan bersih satu sisi tersebut. Sedangkan sisi yang lain beresiko lebih banyak timbul plak atau karang gigi.

Pakar ortodonti yang juga Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), Prof. Eky S Soemantri menjelaskan akan bahaya mengunyah hanya dengan satu sisi mulut.


Mengunyah makanan dengan satu sisi mulut menyebabkan otot tebal dan kuat hanya di satu sisi tersebut. Otot muka di sisi kanan dan kiri menjadi asimetris.

Otot muka asimetris mengakibatkan gangguan sendi otot atau disebut temporo mandibular joint. Gangguan sendi otot ini dapat menyebabkan penyakit migrain atau sakit kepala sebelah.

Alasan mengapa seseorang punya kebiasaan mengunyah dengan satu sisi mulut cukup beragam, namun alasan yang paling sering dilontarkan yaitu karena pada sisi mulut yang kurang aktif mengunyah terdapat gigi yang bolong, sehingga akan membuat gigi sakit ketika mengunyah atau setelahnya.

Oleh sebab itu, jika salah satu sisi mulut anda mengalami gigi bolong, maka perbaikilah terlebih dahulu. Jika sudah diperbaiki, barulah anda biasakan mengunyah dengan kedua sisi mulut.

(Dikutip dari berbagai sumber)