Radiasi Nuklir Terus Meningkat di Fukushima

16 Maret 2011 Artikel Kesehatan


Ledakan sebuah pabrik nuklir Jepang yang dilanda gempa telah menimbulkan bahaya radiasi yang dapat memengaruhi kesehatan manusia. Hal itu dinyatakan salah seorang pejabat senior Jepang.

Maka itu, Perdana Menteri Naoto Kan mendesak warga yang tinggal dalam radius 30 kilometer dari pabrik tersebut untuk tinggal di dalam rumah. Sebelumnya, reaktor di pabrik Fukushima Daiichi dihantam ledakan, sedangkan reaktor ketiga meledak pada hari keempat. Ini menyebabkan munculnya kekhawatiran internasional atas bocornya reaktor nuklir tersebut.

Sekretaris Kabinet Yukio Edano berkata, "Sekarang kita berbicara tentang tingkat yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia." Perdana Menteri Kan mengatakan, "Masih mungkin muncul risiko yang sangat tinggi karena banyaknya radiasi.

Operator pabrik Tokyo Electric Power Co (Tepco) menjelaskan tingkat radiasi di sekitar Fukushima untuk pemaparan selama satu jam meningkat menjadi delapan kali dari batas standar untuk pemaparan dalam satu tahun. Tingkat radiasi pada pukul 08.31 waktu setempat meningkat menjadi 8.217 microsieverts per jam dari sebelumnya hanya 1.941 pada 40 menit sebelumnya. Sementara itu batas normalnya adalah 1.000 microsieverts.

Tingkat radiasi yang lebih tinggi tercatat ada di sebelah selatan Fukushima, kata kantor berita Kyodo. Sementara itu, akibat tingginya tingkat radiasi, beberapa kantor berita internasional di Tokyo segera menarik diri dari wilayah gempa.

Pada Senin (14/3), ledakan hidrogen di reaktor 3 menghancurkan bangunan di sekitarnya. Ledakan itu dirasakan 40 hingga kilometer (25 mil) setelah ledakan di reaktor 1 pada Sabtu (12/3). Semua ledakan didahului oleh kerusakan sistem pendinginan. Kini para ahli berusaha mencegah kebocoran lebih lanjut dengan membanjiri ruangan reaktor nuklir dengan air laut.

Sumber: mediaindonesia.com