Pola Makan untuk Penderita Asam Urat

25 Juni 2014 Artikel Kesehatan


Asam Urat atau Gout Artritis adalah penyakit yang disebabkan oleh metabolisme abnormal purin yang ditandai dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah. Hal ini diikuti dengan terbentuknya timbunan kristal berupa garam urat di persendian yang menyebabkan peradangan sendi pada lutut dan jari. Setiap orang memiliki asam urat didalam tubuh karena pada setiap metabolisme normal dihasilkan asam urat. Asam urat yang terdapat didalam tubuh kita tentu saja tidak boleh berlebihan.

Makanan untuk penderita asam urat hampir sama saja seperti program diet, hanya saja bedanya tujuan mengkonsumsi makanan tertentu adalah agar penderita asam urat dapat mengurangi dampak dari penyakit asam urat yang mereka derita dengan cara mengikuti pola makan atau program diet yang sudah disusun sedemikian rupa. Hal tersebut dikarenakan penyakit asam urat disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat yaitu terlalu banyak mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung zat purin.

Berikut pola makan untuk penderita asam urat:

1. Pembatasan purin

Apabila telah terjadi pembengkakan sendi maka penderita gangguan asam urat harus melakukan diet bebas purin. Namun karena hampir semua bahan makanan sumber protein mengandung nukleoprotein maka hal ini hampir tidak mungkin dilakukan. Maka yang harus dilakukan adalah membatasi asupan purin menjadi 100-150 mg purin per hari (diet normal biasanya mengandung 600-1.000 mg purin per hari).

Apa itu Zat Purin? Zat purin bukanlah jenis zat yang bisa Anda temukan di menu makanan manapun tapi zat ini banyak terdapat di dalam makanan-makanan yang Anda konsumsi setiap hari terutama makanan-makanan yang berasal dari makhluk hidup. Dengan kata lain, Anda perlu mengkonsumsi zat purin karena tubuh memerlukan zat tersebut untuk proses metabolisme tubuh. Tapi jika mengkonsumsi secara berlebihan maka justru penyakit yang akan muncul, salah satunya adalah penyakit asam urat ini

2. Kalori sesuai kebutuhan
Jumlah asupan kalori harus benar disesuaikan dengan kebutuhan tubuh berdasarkan pada tinggi dan berat badan. Penderita gangguan asam urat yang kelebihan berat badan, berat badannya harus diturunkan dengan tetap memperhatikan jumlah konsumsi kalori. Asupan kalori yang terlalu sedikit juga bisa meningkatkan kadar asam urat karena adanya keton bodies yang akan mengurangi pengeluaran asam urat melalui urin.

3. Tinggi karbohidrat
Karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi sangat baik dikonsumsi oleh penderita gangguan asam urat karena akan meningkatkan pengeluaran asam urat melalui urin. Konsumsi karbohidrat kompleks ini sebaiknya tidak kurang dari 100 gram per hari. Karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali, dan sirop sebaiknya dihindari karena fruktosa akan meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

4. Rendah protein
Protein terutama yang berasal dari hewan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Sumber makanan yang mengandung protein hewani dalam jumlah yang tinggi, misalnya hati, ginjal, otak, paru dan limpa. Asupan protein yang dianjurkan bagi penderita gangguan asam urat adalah sebesar 50-70 gram/hari atau 0,8-1 gram/kg berat badan/hari. Sumber protein yang disarankan adalah protein nabati yang berasal dari susu, keju dan telur.

5. Rendah lemak
Lemak dapat menghambat ekskresi asam urat melalui urin. Makanan yang digoreng, bersantan, serta margarine dan mentega sebaiknya dihindari. Konsumsi lemak sebaiknya sebanyak 15 persen dari total kalori.

6. Tinggi cairan
Konsumsi cairan yang tinggi dapat membantu membuang asam urat melalui urin. Karena itu, Anda disarankan untuk menghabiskan minum minimal sebanyak 2,5 liter atau 10 gelas sehari. Air minum ini bisa berupa air putih masak, teh, atau kopi. Selain dari minuman, cairan bisa diperoleh melalui buah-buahan segar yang mengandung banyak air. Buah-buahan yang disarankan adalah semangka, melon, blewah, nanas, belimbing manis, dan jambu air. Selain buah-buahan tersebut, buah-buahan yang lain juga boleh dikonsumsi karena buah-buahan sangat sedikit mengandung purin. Buah-buahan yang sebaiknya dihindari adalah alpukat dan durian, karena keduanya mempunyai kandungan lemak yang tinggi.

7. Tanpa alkohol
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa kadar asam urat mereka yang mengonsumsi alkohol lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol. Hal ini adalah karena alkohol akan meningkatkan asam laktat plasma. Asam laktat ini akan menghambat pengeluaran asam urat dari tubuh.

8. Perbanyak minum air putih
Orang dengan kadar asam urat normal membutuhkan setidaknya delapan gelas air putih sehari untuk kelancaran fungsi organ tubuh. Apalagi penderita asam urat. Mereka yang juga mengidap batu ginjal wajib minum banyak air putih. Ini berguna untuk meluruhkan dan mengeluarkan kristal asam urat dalam tubuh.

Jika sudah mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang harus dihindari, tentunya akan lebih mudah untuk mencegah timbulnya penyakit asam urat tersebut.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)