Artikel Kesehatan
18 Februari 2013

Pilihlah Pasta Gigi yang Tepat Sesuai Kondisi Gigi Anda

Sebelum mengenal pasta dan sikat gigi, orang pada zaman dahulu untuk membersihkan gigi mereka dengan menggunakan Siwak. Siwak adalah ranting tanaman dari tanaman salvadora persica yang tumbuh disekitar kota Mekah dan kawasan Timur Tengah dan dikenal sebagai alat pembersih gigi sejak jaman dulu.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, kini penggunaan Siwak sudah jarang digunakan meskipun ada beberapa orang yang masih menggunakannya. Pasta dan sikat gigi yang sudah beredar pada zaman modern ini mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Mungkin kita berpikir bahwa teknologi yang semakin modern membuat produk yang dihasilkan akan aman bagi kita. Namun tidak semua produk khususnya pasta gigi atau biasa dikenal dengan odol bisa dikatakan aman bagi kesehatan mulut kita.

Kesehatan gigi dan mulut tidak hanya dipengaruhi oleh teknik menggosok gigi saja, tetapi juga oleh penggunaan sikat dan pasta gigi yang tepat. Pasta gigi mengandung bahan-bahan tertentu yang memiliki manfaat masing-masing bagi kebersihan dan kesehatan gigi.

Sebelum membeli, pastikan bahwa pasta gigi yang kita pilih mengandung bahan-bahan yang sesuai dengan kondisi gigi. Seperti jika gigi terlalu sensitif, Anda membutuhkan pasta gigi dengan bahan khusus yang membantu meringankan sensitivitasnya.

Untuk itu, kita harus memperhatikan beberapa bahan-bahan odol untuk mengetahui kecocokan odol dengan kesehatan gigi anda.

1. Bahan perasa
Pasta gigi biasanya juga mengandung pemanis buatan, termasuk sakarin, agar rasanya lebih enak. Kebanyakan orang menyamakan rasa pasta gigi dengan mint, padahal pasta gigi tersedia dalam berbagai rasa, termasuk kayu manis, lemon, dan bahkan permen karet, yang biasanya digunakan untuk pasta gigi anak-anak.

2. Humectant
Formula pasta gigi yang mengandung zat seperti gliserol berfungsi untuk retensi kelembaban dan mencegah pasta gigi menjadi kering.

3. Bahan abrasif
Bahan ini bertekstur kasar yang terdiri dari kalsium karbonat dan silikat. Fungsinya adalah memudahkan Anda untuk menyapu bersih sisa-sisa makanan, bakteri, dan beberapa noda pada gigi.

4. Deterjen
Bahan deterjen pada pasta gigi hanya akan memberikan efek berbusa ketika Anda menggosok gigi. Jenis deterjen yang paling populer digunakan adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS).

5. Bahan pengental
Bahan ini terdiri dari molekul lengket yang digunakan untuk menambah ketebalan pasta gigi. Fungsinya untuk membantu menjaga tekstur pasta gigi yang tepat.

6. Pemutih
Jika Anda mempunyai masalah gigi seperti warna gigi yang kekuningan akibat konsumsi kopi atau minuman lain yang mengandung pewarna, Anda perlu memilih pasta gigi dengan formula khusus. Gigi yang kekuningan disebabkan karena retaknya enamel gigi.

7. Fluoride
Pastikan bahwa pasta gigi Anda mengandung fluoride, yaitu bahan terpenting dalam pasta gigi yang berperan dalam mencegah gigi berlubang dan kerusakan gigi. Fluoride melindungi gigi dari asam yang dilepaskan dari mulut ketika Anda makan.
Bahan tersebut membuat email gigi semakin kuat sehingga memperkecil kerusakan email gigi akibat asam. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa pasta gigi berfluoride membantu meningkatkan konsentrasi fluoride pada gigi.

8. Kalium nitrat
Bagi Anda yang memiliki gigi atau gusi yang sensitif, pilihlah pasta gigi yang mengandung kalium nitrat atau strontium chloride. Bahan kimia ini dapat membantu mengurangi sensitivitas dengan menghalangi jalur yang menempel pada saraf gigi.

9. Bahan pengontrol tartar
Bahan ini biasanya dituliskan pada label pasta gigi dengan nama pirofosfat atau zinc citrate. Senyawa kimia ini telah terbukti efektif untuk mencegah penumpukan tartar, yaitu berkembangnya plak yang disebabkan oleh bakteri.

Bahan ini juga mengandung triclosan yang berfungsi membunuh beberapa bakteri dalam mulut yang bisa menyebabkan plak. Namun, Anda perlu mengetahui bahwa hanya dokter gigi saja yang bisa menghapus tartar sepenuhnya melalui prosedur tertentu. Jika tidak dihapus, tartar ini akhirnya dapat menyebabkan penyakit gusi.

Namun dibalik semua itu perhatikanlah kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut seperti, rajin sikat gigi minimal 2 kali sehari. Untuk anak di bawah usia 2 tahun, gunakan sikat gigi khusus untuk anak dengan bulu sikat yang lebih lembut. Perhatikan juga bahwa pasta gigi fluoride aman digunakan untuk anak-anak setelah usianya lebih dari 2 tahun.

(Dikutip dari berbagai sumber)

Artikel Kesehatan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Lowongan Iklan Baris