Perokok Pasif Berisiko Terkena Sinus Kronis

26 April 2010 Artikel Kesehatan


Orang-orang yang mengisap asap rokok dari para perokok, atau sering disebut perokok pasif, berisiko terkena penyakit sinus kronis (chronic rhinosinusitis). Begitulah hasil penelitian yang diterbitkan jurnal Archives of Otolaryngology-Head Neck Surgery edisi April.

Asap rokok mengandung lebih dari 4 ribu zat, yang 50 lebih di antaranya diduga bisa menyebabkan kanker. Bukti-bukti menunjukkan bahwa merokok pasif bisa terkena penyakit infeksi saluran pernapasan akut, penyakit telinga, asma, penyakit jantung koroner, dan kanker paru-paru, serta sinus. Di Amerika, diperkirakan 126 juta non-perokok, atau 60 persen dari total orang Amerika non-perokok, terkena asap sisa ini.

Doktor Martin Tammemagi dari Universitas Brock, Ontario, Kanada, beserta timnya mengkaji 306 pasien non-perokok yang telah didiagnosis terkena sinus kronis (radang hidung atau sinus 12 pekan terakhir atau lebih). Mereka terkena asap rokok itu di rumah, tempat kerja, dan di tempat umum selama lima tahun sebelum didiagnosis. Kemudian mereka dibandingkan dengan 306 orang yang berusia sama, jenis kelamin dan ras sama tapi tidak terkena sinus.

Secara umum, sekitar 40 persen kasus sinus kronis ini terkait dengan merokok pasif.

"Berdasarkan temuan kami, dokter seyogyanya merekomendasikan pasien yang rentan terhadap sinus kronis harus menghindari paparan asap rokok," ujar Martin. (Ngarto Februana)

Sumber: Medical News Today (tempointeraktif.com)