Perempuan Perlu Waspadai Gejala Kanker

29 September 2009 Artikel Kesehatan


Penurunan berat badan drastis tanpa alasan. Banyak perempuan merasa senang bisa menurunkan berat badan tanpa perlu diet atau olahraga. Akan tetapi, penurunan berat badan yang tanpa alasan seperti ini, misalnya turun 5 kg dalam sebulan tanpa menambah aktivitas fisik dan mengurangi asupan makanan, sebaiknya diperiksakan ke dokter.

"Penurunan berat badan tanpa alasan seringkali berkaitan dengan kanker," tutur Ranit Mishori, MD, dari Georgetown University School of Medicine di Washington, D.C. seperti dikutip dari situs webmd. Karena itu, mintalah dokter untuk memeriksa tiroid atau mungkin melakukan CT scan di setiap organ.

Kembung. Ini merupakan masalah yang paling umum dialami para perempuan. Jangan diabaikan karena bisa menjadi pertanda kanker indung telur. Selain kembung, kanker ini juga bisa ditandai dengan rasa sakit pada perut dan pelvis, cepat kenyang bahkan saat makan sedikit dan gangguan buang air kecil, seperti tiba-tiba ingin buang air.

Jika Anda menderita kembung hampir setiap hari dan bertahan lebih dari beberapa minggu, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. Pastikan dokter memeriksa sejarah keluarga Anda, CT scan dan tes darah.

Perubahan payudara. Sebagian besar perempuan mengenal payudara mereka dengan baik, bahkan jika mereka tidak memperhatikannya secara teratur, dan biasanya bisa dengan mudah mendeteksi adanya benjolan. Tetapi, benjolan bukanlah satu-satunya gejala yang bisa mengarah kepada kanker. Menurut seorang pakar onkologi Hannah Linden, MD, dari University of Washington School of Medicine, tanda kemerahan dan penebalan kulit payudara juga bisa menjadi pertanda kanker payudara ganas."Jika Anda melihat gejala tersebut dan bertahan selama berminggu-minggu, ada baiknya melakukan evaluasi."

Selain itu, ada baiknya juga memperhatikan perubahan pada puting susu. Jika Anda melihat adanya kotoran pada puting (padahal Anda sedang tidak menyusui), ada baiknya memeriksakan diri ke dokter. Dengan begitu, dokter bisa melakukan pemeriksaan mulai dari sejarah keluarga, kondisi payudara, serta melakukan tes lain seperti mamografi, ultrasound, MRI, atau biopsi jika diperlukan.

Perdarahan luar biasa. Menurut Mary Daly, MD, seorang onkolog dari Fox Chase Cancer Center di Philadelphia, perempuan pramenopause cenderung mengabaikan perdarahan yang terjadi di antara siklus menstruasi. Perempuan cenderung mengabaikan perdarahan dari saluran pencernaan, dengan mengira hasil perdarahan dari siklus bulanan. Tetapi perdarahan di antara siklus, khususnya jika biasanya Anda mengalami menstruasi secara teratur, sebaiknya diperiksakan ke dokter. Begitu juga dengan perdarahan setelah menopause. Perdarahan ini bisa mengindikasikan kanker endometrial. Sedang perdarahan saluran pencernaan bisa saja gejala kanker kolorektal.

Perhatikan hal-hal normal Anda. Jika sebelumnya Anda tidak pernah mengalami perdarahan di antara siklus, itu pertanda ada yang salah dan sebaiknya segera diperiksakan. Kanker endometrial, terang Debbie Saslow, PhD, direktur breast and gynecologic cancer at the American Cancer Society di Atlanta, merupakan jenis kanker ginekologi yang paling umum."Paling tidak, 3/4 dari pasien kanker ini mengalami perdarahan abnormal sebagai gejala awal."

Perubahan kulit. Anda pastinya bisa melihat kulit tumbuh yang berwarna cokelat atau kehitaman di kulit. Tetapi, menurut Daly, Anda juga harus memperhatikan perubahan pigmentasi kulit. Jika kulit Anda tiba-tiba mengalami perdarahan atau terkelupas berlebihan, ada baiknya melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit. (OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat