Perempuan Obesitas Paling Rawan Kanker

30 September 2009 Artikel Kesehatan


Menurut Renehan, dari 300.000 kasus kanker baru yang terdiagnosis di Inggris setiap tahunnya, 13.000 diantaranya disebabkan oleh obesitas."Obesitas semakin meningkat sehingga memungkinkannya menjadi penyebab kanker terbesar pada perempuan dalam dekade mendatang," tutur Renehan, seperti dikutip situs dailymail.

Data yang dikumpulkan Renehan menunjukkan, 1 dari 10 kasus kanker baru yang diderita perempuan di Eropa disebabkan oleh kelebihan berat badan atau obesitas. Jumlah ini 3 kali lebih banyak dibandingkan kasus pada laki-laki. Pada laki-laki, hanya 3.2 kasus kanker baru yang disebabkan oleh berat badan berlebih atau obesitas sedang pada perempuan mencapai 8.6.

Renehan dan timnya mendisain model untuk memperkirakan jumlah kanker yang disebabkan oleh obesitas (dikatakan kelebihan berat badan jika indeks massa tubuh mencapai 25 atau lebih). Tahun 2002, mereka memperkirakan kalau 70.000 kasus dari total 2 juta kasus yang terdiagnosis di 30 negara di Eropa, disebabkan oleh berat badan berlebih. Di tahun 2008, jumlah ini melonjak hingga mencapai 124.050 kasus.Di antara semua jenis kanker, kanker dinding rahim, kanker payudara setelah postmenopause dan kanker usus merupakan 3 jenis kanker yang paling dikaitkan dengan berat badan.

Bagimana obesitas mempengaruhi risiko kanker? Menurut peneliti, jaringan lemak mempengaruhi risiko kanker dengan cara meningkatkan kadar hormon-hormon seperti insulin dan estrogen. Semakin gemuk, maka akan semakin banyak hormon (seperti estrogen) yang diproduksi. Hormon ini akan membantu pertumbuhan tumor. Selain itu, orang-orang dengan perut besar juga mempunyai lebih banyak asam di lambung. Kadar asam tinggi ini bisa memicu kanker lambung, kanker usus atau kanker kerongkongan.

Sebelumnya, terang peneliti, merokok merupakan penyebab 1 dari 4 kematian pada laki-laki dan perempuan. Akan tetapi, seiring dengan banyaknya orang yang berhenti merokok, jumlah ini semakin menurun dan akan segera digantikan oleh obesitas. Selain itu, lanjut Renehan, semakin sedikitnya jumlah perempuan yang melakukan terapi hormon (karena takut risiko kanker payudara yang dikaitkan) juga semakin menguatkan posisi obesitas sebagai penyebab kanker.

Penggunaan hormon terapi, menurur Renehan, mungkin selama ini telah menutupi dan melemahkan efek obesitas terhadap angka kejadian penyakit."Pada perempuan yang menggunakan terapi hormon, tidak jelas proporsi kanker yang disebabkan oleh hormon atau obesitas. Sedang pada perempuan yang tidak menggunakan hormon, efek obesitas jauh lebih jelas."

Sekarang ini, terang Renehan, semakin mudah melihat efek obesitas terhadap kanker karena jumlah pengguna terapi hormon semakin sedikit. Akibatnya, jumlah kanker yang disebabkan oleh obesitas juga semakin meningkat."Kami tidak sedang mencoba mencari sensasi, pada faktanya jumlah ini kelihatannya malah lebih tinggi." Karena itu, terang Renehan, ada baiknya menjaga badan agar tetap langsing. (OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat