Penyebab Kanker -Bagian 2

10 Februari 2015 Artikel Kesehatan   |    dr. Kosasi Kwek


Penjelasan sebelumnya bisa dilihat disini

Jumlah perokok di Indonesia

Semua laporan dan data resmi WHO tentang kanker selalu dikaitkan dengan faktor resiko utama kanker: rokok. Data WHO tahun 2011 mencatat perkiraan 66,8% laki-laki dan 3% wanita Indonesia merokok, atau rata-rata 34,9% penduduk Indonesia adalah perokok. Di tahun 2012, persentase ini naik menjadi 36,9%. Ini adalah persentase perokok aktif (istilah WHO: perokok tangan pertama), belum termasuk perokok pasif (istilah WHO: perokok tangan kedua).

Dalam laporan yang dipublikasikan oleh WHO pertengahan Januari 2015, di antara kelompok negara-negara berpendapatan menegah bawah, Indonesia menempati urutan tertinggi persentase penduduk yang perokok ! Di Asia Tenggara, jumlah dan persentase perokok di Indonesia juga juara satu ! Masih menurut WHO, setelah Rusia di urutan pertama, jumlah perokok di Indonesia menduduki peringkat kedua di planet bumi ini.

Secara kasat mata kita memang bisa merasakan masifnya pertambahan jumlah perokok di Indonesia. Semakin hari semakin banyak generasi muda yang menjadi perokok baru. Usia mulai merokok pun semakin hari semakin muda; meliputi usia pelajar SMA, SMP, bahkan SD. Mungkin banyak guru dan dosen di Indonesia yang menjadi perokok berat.

Mitos dan salah paham masyarakat Indonesia terhadap kanker

Pada umumnya masyarakat Indonesia - dari Sabang sampai Merauke tahu bahwa kanker paru-paru disebabkan oleh rokok. Ironisnya, pengetahuan ini menjadikan kita semua memandang rokok sebagai penyebab hanya satu jenis kanker, yaitu kanker paru-paru. Oleh karena itu para perokok umumnya tidak mau berhenti merokok selama tidak batuk parah, selama tidak sesak nafas, selama tidak batuk darah. Logika para perokok adalah: selama tidak batuk parah, selama tidak sesak nafas, selama tidak batuk darah, berarti tidak ada masalah dengan paru-parunya, seolah-olah tidak mungkin kena kanker paru-paru, apalagi kanker jenis lain.

Kesalahpahaman ini berakibat sangat fatal bagi Indonesia. Ingat dokumen / laporan WHO tadi ? Ada lebih dari 100 jenis kanker; dan rokok sendiri saja sudah menjadi penyebab lebih dari 20% jenis kanker yang sudah dikenal. Ini berarti: rokok adalah penyebab banyak jenis kanker, tidak hanya kanker paru-paru. Mari kita perjelas: ada banyak jenis kanker yang disebabkan oleh rokok, tidak hanya kanker paru-paru !

Kanker tidak timbul segera atau sesaat setelah seseorang terpapar penyebab kanker. Tentu butuh waktu bertahun-tahun bagi penyebab kanker untuk bisa menimbulkan kanker. Berapa tahun ? Tidak ada yang tahu pasti; mungkin lebih dari 5 tahun, mungkin 10 tahun, mungkin juga lebih dari 20 tahun.

Mengambil contoh kasus kanker darah (leukemia) yang banyak ditemukan pada anak-anak umur di bawah 10 tahun, kita bisa berasumsi bahwa kanker bisa saja timbul jika seseorang terus-menerus terpapar penyebab kanker dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun.

Demikian juga halnya dengan rokok. Orang yang mulai merokok tidak langsung menderita kanker yang disebabkan oleh rokok; pasti perlu waktu bertahun-tahun sebelum timbul tanda-tanda kanker. Karena rokok adalah salah satu penyebab utama banyak jenis kanker, menghirup asap rokok berarti mengundang penyebab kanker masuk ke dalam tubuh kita, meskipun "hanya" sebatang rokok sehari. Racun rokok yang tertimbun dalam badan ini semakin lama semakin banyak hingga bisa mengubah sifat sel-sel tertentu menjadi tidak normal, membuat sel-sel tertentu memperbanyak diri tanpa batas, tanpa aturan, tanpa henti; itulah kanker !

Benar bahwa setiap jenis kanker mempunyai bermacam-macam faktor penyebab , bermacam-macam faktor resiko; tapi setiap jenis kanker pasti mempunyai penyebab utamanya. Badan Kesehatan Dunia sudah sejak lama mengkonfirmasi bahwa rokok adalah penyebab utama dari banyak jenis kanker.

Penyebab kanker-kanker utama di Indonesia

Seperti telah dijelaskan di atas, kanker hati disebabkan terutama oleh infeksi kronis virus Hepatitis B dan C. Kanker leher rahim disebabkan terutama oleh infeksi kronis HPV (Human Papilloma Virus). Bagaimana dengan kanker-kanker utama lainnya ?

Kanker payudara, kanker lambung, kanker usus besar, kanker prostat, kanker indung telur, kanker sel darah putih (leukemia), kanker kelenjar getah bening (limfoma), kanker otak, termasuk jenis kanker yang cukup kita kenal dan sering dengar karena memang merupakan jenis kanker terbanyak di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Mungkin saja ada anggota keluarga besar kita yang menderita salah satu jenis kanker tersebut; mungkin saja teman kita, atau sepupu kita, atau keponakan kita, atau paman kita, atau tante kita, atau kakek kita, atau orangtua kita sendiri, atau bahkan suami/isteri kita sendiri yang menderita salah satu jenis kanker di atas.

Jika kita mendapat kabar vonis yang menakutkan ini, coba ingat-ingat dan telusuri: apakah penderita adalah seorang perokok (berat)? Apakah suami penderita adalah seorang perokok ? Apakah ayah penderita adalah seorang perokok ? Apakah penderita selama ini hidup dalam lingkungan penuh asap rokok ? Apakah penderita bekerja di lingkungan perokok berat ? Jika bertemu kasus leukemia atau limfoma pada anak-anak atau remaja, coba ingat-ingat dan telusuri: apakah ayah penderita adalah seorang perokok berat? Apakah kakek, kakak, dan orang-orang serumah penderita adalah perokok?

Bagaimana dengan kanker payudara ? Mengapa jumlah wanita penderita kanker payudara hampir dua kali lipat jumlah laki-laki penderita kanker paru-paru ? Bukankah persentase wanita perokok jauh lebih kecil daripada persentase laki-laki perokok ? Bagaimana menjelaskan kenyataan ini ?

Persentase dan jumlah laki-laki perokok di Indonesia sangat tinggi, lebih dari 50%. Jumlah wanita di Indonesia cenderung lebih banyak daripada jumlah laki-laki. Jika seorang laki-laki berkeluarga merokok, ia membagikan racun rokoknya kepada isteri dan anak-anaknya, termasuk anak perempuannya. Jika ayah dari laki-laki ini merokok, ia membagikan racun rokok kepada menantu perempuannya dan cucu-cucunya, termasuk cucu perempuannya. Anak-anak perempuan umumnya lebih cenderung bermain di dalam rumah, sehingga lebih lama dan lebih besar pula kemungkinan terpapar asap rokok dari ayahnya, atau kakeknya, atau kakak-kakaknya, atau paman-pamannya. Seorang anak yang memiliki ayah perokok sesungguhnya sudah menerima racun rokok sejak di dalam kandungan ibunya. Menginjak usia remaja, jika bergaul dengan lingkungan perokok, berarti bertambah lagi pemasukan racun rokok. Jika berpacaran dengan perokok, berarti semakin intensif menjadi perokok tangan kedua. Jika menikah dengan perokok, berartiseumur hidup menjadi perokok tangan kedua ! Itulah sebabnya jumlah wanita penderita kanker payudara hampir dua kali lipat jumlah laki-laki penderita kanker paru-paru di Indonesia. Jika ada sahabat atau anggota keluarga kita yang menderita kanker payudara, coba ingat-ingat dan telusuri: apakah suaminya perokok (berat) ? Apakah ayahnya perokok (berat) ? Bagaimana riwayat keterpaparan rokoknya sejak dalam kandungan sampai saat divonis kanker payudara?

Jika kita terus bertanya seperti ini, pada akhirnya kita akan menemukan jawaban atas pertanyaan "mengapa bisa kena kanker ini kanker itu" sesuai pernyataan WHO: rokok menyebabkan banyak jenis kanker, bukan satu jenis.

Ketika seseorang divonis kanker, penderita dan keluarga penderita sering bertanya, "Kok bisa kena kanker? Selama ini tidak pernah sakit kok; selama ini tidak ada gejala apapun !" Jika anda mengerti semua penjelasan di atas, anda sudah tahu jawabannya: penyebab kanker itu sudah diundang masuk sejak jauh-jauh hari, sejak bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun terakhir ini. Kita selama ini telah dibutakan oleh salah paham dan mitos sesat tentang kanker, padahal salah satu penyebab kanker itu tepat berada di depan mata kita, tepat ada di depan batang hidung kita, dan sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari.

Hari Kanker Sedunia 4 Februari Dalam kalender Badan Kesehatan Dunia, tanggal 4 Februari ditetapkan sebagai Hari Kanker Sedunia. Agenda ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran masyarakat global melawan kanker. Salah satu fokus utama peringatan tahun ini adalah tentang memilih hidup sehat untuk mencegah kanker. Salah satu cara utama memilih hidup sehat adalah menghindari rokok, baik sebagai perokok tangan pertama maupun perokok tangan kedua. Badan Kesehatan Dunia menyerukan kepada Menteri Kesehatan di semua negara untuk berjuang menurunkan jumlah perokok minimal sebanyak 30% per tahun di negara masing-masing. Pemerintah di semua negara didesak untuk membatasi iklan rokok di semua media massa. Dalam hal ini di Pemerintah Indonesia belum berbuat apa-apa; iklan rokok masih bebas tayang di televisi dari pagi sampai pagi. Pemerintah juga diminta untuk memberlakukan sebanyak mungkin kawasan dilarang merokok. Rokok bukan hanya menyebabkan kanker, tapi juga penyakit jantung koroner, stroke, lemah syahwat, perubahan emosi, dan banyak keluhan/gejala penyakit yang sering tidak disadari oleh perokok dan keluarga perokok, dan sering luput dari perhatian tenaga medis. Bagi anda yang menjadi seorang perokok tangan pertama, mudah-mudahan tulisan sederhana ini bisa memberikan motivasi untuk berhenti merokok secara total, bukan mengurangi rokok. Anda sudah lihat sendiri foto-foto di atas; di organ manapun kanker itu tumbuh, sel-sel kankernya sangat mirip atau bahkan sama dengan sel-sel kanker yang ada di dalam paru-paru. Anda bisa simpulkan sendiri artinya.

Bagi anda yang menjadi perokok tangan kedua, mudah-mudahan tulisan sederhana ini memberikan motivasi baru untuk lebih keras menuntut perokok-perokok terdekat anda untuk berhenti merokok secara total.

Semoga bermanfaat

Oleh: dr Kosasi Kwek
(Beliau adalah seorang dokter umum dan tulisan lainnya dapat dilihat di kompasiana.com/dr.kosasi)