Artikel Kesehatan
3 September 2009

Penyakit Gondong pada Anak-Anak

GONDONG, atau dalam dunia kedokteran disebut mumps, adalah suatu infeksi dari virus RNA, yang terutama menyerang kelenjar ludah. Ia merupakan penyakit endemis yang cepat menular. Penularannya dari manusia ke manusia, terutama melalui udara, sebagian kecil dapat menular melalui kontak langsung, air ludah, dan diduga juga melalui air kencing.

Mumps dapat menyerang semua umur, kebanyakan anak umur 5-9 tahun. Akhir akhir ini ada kesan peningkatan kasus gondong pada anak yang berobat di poliklinik. Informasi ini diharapkan bisa membantu pembaca, terutama yang memiliki anak kecil.

Masa inkubasi mumps sekitar 14-24 hari. Yang kerap membuat kita terlena, sekitar 30-40 persen kasus gondong pada anak bersifat subklinis. Artinya, meski menderita gondong, anak tidak menampakkan gejala klinis yang spesifik.

Virus RNA, yang termasuk anggota keluarga Paramyxoviridae dan genus Rubulavirus, masuk dan berkembang dalam sel saluran nafas, beredar melalui aliran darah dan selanjutnya ke jaringan tubuh lainnya.

Virus ini dapat dideteksi pada air ludah tujuh hari sebelum terjadi pembengkakan kelenjar ludah, dan masih didapati sampai hari ketujuh setelah bengkak. Pada air kencing dijumpai virus sejak hari pertama bengkak sampai hari ke-14.

Satu atau dua hari sebelum terjadi bengkak pada kelenjar ludah merupakan periode sangat menular, dan ini berlangsung hingga hari kelima bengkak (Nelson Textbook of Pediatrics, 18th-ed: 2007).

Gejala awal (prodromal) berupa panas, kelemahan umum, nyeri kepala, nyeri otot terutama otot leher. Setelah gejala prodromal akan diikuti pembengkakan kelenjar ludah yang berlangsung 3-7 hari, atau terkadang lebih lama.

Pembengkakan kelenjar ludah dapat menjadi tengara (marker) adanya infeksi gondong. Yang paling sering terinfeksi adalah kelenjar ludah parotis yang berada di pipi. Sedangkan kelenjar ludah di tempat lain, misalnya bawah rahang atau sub-mandibuler, memiliki insiden yang lebih kecil (sekitar 10-15).

Bengkak biasanya bilateral, yaitu kanan-kiri, tetapi dimulai pada salah satu sisi dulu dan 1-2 hari kemudian diikuti sisi sebelahnya. Sebanyak 25 persen kasus mumps hanya terjadi bengkak pada satu sisi saja.
Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasar gejala klinik. Pemeriksaan laboratorium rutin tak ada yang spesifik. Sedangkan pemeriksaan khusus, seperti kultur virus dan pemeriksaan imunologis spesifik, terlalu mahal dan perlu waktu sehingga tidak dilakukan secara rutin.

Komplikasi yang ditakuti adalah radang otak (meningoencephalomyelitis), yang dapat merusak saraf ke-8 secara menetap sehingga penderita menjadi tuli.
Komplikasi lain adalah peradangan kelenjar kelamin. Hal ini lebih sering dalami remaja dan laki-laki dewasa, di mana 14-35 persen diantaranya berupa peradangan testes (orchitis). Kasus ini jarang dijumpa pada anak.

Testes yang terinfeksi menjadi bengkak, panas, dan nyeri, yang berlangsung sekitar empat hari. Tetapi setelah sembuh dapat terjadi atrofi atau testes mengecil, meski jarang mengakibatkan kemandulan.

Organ lain yang dapat mengalami komplikasi, meski jarang, adalah kelenjar pancreas, jantung, saraf mata, dan sendi. Infeksi mumps pada ibu hamil dapat berpengaruh terhadap kesehatan janin.
Pencegahan Sejauh ini tidak ada obat antivirus yang spesifik terhadap virus mumps. Pengobatan hanya suportif, berupa turun panas, penahan sakit, dan sebagainya. Prognosis atau ramalan penyakit pada umumnya baik. Yang terpenting adalah tindakan pencegahan. Ibu yang sudah punya kekebalan akan membekali bayi yang dikandungnya dengan antibodi, sehingga bayi baru lahir terlindung dari infeksi mumps.

Antibodi bawaan dari ibu akan bertahan selama enam bulan, bahkan beberapa kepustakaan menyebut sampai setahun setelah lahir. Setelah periode itu dapat diberikan pencegahan dengan imunisasi, di mana hasil immunisasi sangat baik, proteksinya lebih dari 97 persen.

Vaksin untuk mumps adalah MMR yang merupakan kombinasi tiga jenis vaksin, yaitu morbilli (rubeola/campak), mumps (gondong), dan rubella atau campak jerman (three day measles). MMR merupakan vaksin virus hidup yang sudah dilemahkan. (Dokter Bimosekti Wiroreno SpA, dokter anak RS Hermina Semarang-32)

Sumber: Sinarharapan.Co.Id

Artikel Kesehatan Lainnya...

Direktori Sekolah Info Beasiswa Solusi Pendidikan Promo Tahukah Kamu? Hiburan Tutorial Karir Iklan Baris