Penyakit di Balik Keletihan Berlebih

18 Maret 2010 Artikel Kesehatan


Kita cenderung menyalahkan gaya hidup yang terlalu sibuk sebagai penyebab keletihan. Karena itu, jika merasa lelah, cobalah meluangkan dua hingga tiga minggu untuk mengubah gaya hidup. Cobalah menambah jam tidur dan asupan air, mengonsumsi multivitamin, serta mengurangi konsumsi kafein dan alkohol.

"Jika Anda masih merasakan gejala kelelahan setelah melakukan perubahan tersebut, berarti Anda memerlukan bantuan profesional," terang Sandra Adamson Fryhofer, MD, spesialis penyakit dalam dari Atlanta, seperti dikutip situs prevention.com.

Keletihan berlebih, terang dia, bisa menjadi pertanda kondisi medis serius yang bisa diobati. Berikut beberapa masalah paling umum yang perlu Anda ketahui.

Anemia. Kelelahan akibat anemia dipicu oleh kurangnya sel-sel darah merah, yang berfungsi membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan-jaringan dan sel-sel. Anda kemungkinan merasa lemah dan susah bernafas. Anemia bisa disebabkan oleh kekurangan besi atau vitamin, kehilangan darah, perdarahan internal, atau penyakit kronis seperti rheumatoid arthritis, kanker dan gagal ginjal.

Gejala: Gejala utama adalah kelelahan. Gejala lain termasuk kelelahan kronis, sulit tidur, kurang konsentrasi, detak jantung cepat, rasa sakit di dada, dan sakit kepala. Olahraga sederhana, seperti naik tangga atau jalan jarak pendek, bisa menyebabkan kelelahan.

Diabetes. Glukosa merupakan bahan bakar yang berfungsi menjaga fungsi tubuh. Masalahnya, orang-orang dengan diabetes tipe 2 tidak bisa menggunakan glukosa dengan benar, sehingga menumpuk dalam darah. Tanpa energi yang cukup, terang Christopher D. Saudek, MD, dari Johns Hopkins University School of Medicine, pasien diabetes seringkali merasakan kelelahan sebagai gejala awal.

Gejala: Selain kelelahan, gejala lain termasuk haus berlebih, sering buang air seni, lapar, penurunan berat badan, infeksi jamur di vagina, dan penurunan daya lihat mata.

Penyakit tiroid. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon-hormon yang mengontrol metabolisme. Terlalu banyak hormon tiroid (hyperthyroidism), metabolisme akan bertambah cepat. Terlalu sedikit (hypothyroidism), maka metabolisme akan menurun.

Gejala: Hyperthyroidism menyebabkan rasa letih dan lemah otot, yang pertama kali akan terasa di paha. Olahraga seperti bersepeda atau naik tangga akan terasa semakin sulit. Gejala lain termasuk penurunan berat badan tanpa sebab pasti, menstruasi yang makin jarang dengan durasi yang makin singkat, serta meningkatnya rasa haus.

Di sisi lain, Hypothyroidism juga menyebabkan kelelahan, sulit konsentrasi, dan rasa sakit di otot, bahkan saat melakukan aktivitas ringan. Gejala lain termasuk penambahan berat badan akibat retensi air, kedinginan sepanjang waktu, menstruasi yang semakin sering dengan volume yang semakin banyak.

Depresi. Depresi merupakan penyakit utama yang mengganggu tidur, pola makan dan cara kita memandang diri sendiri. Tanpa penanganan, gejala depresi bisa bertahan berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Jadi, sangat penting mengenali gejala awal.

Gejala: Orang-orang kemungkinan mempunyai gejala depresi yang berbeda. Namun secara umum, depresi bisa menyebabkan penurunan energi, perubahan pola tidur dan makan, gangguan memori dan konsentrasi, serta perasaan putus asa, tidak berarti, dan hal-hal negative lainnya.

Rheumatoid Arthritis. RA terjadi saat sistem kekebalan tubuh justru justru melawan diri sendiri dan menyerang jaringan persendian, kadang-kadang menyebabkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki pada tulang dan tulang rawan.

Gejala: Banyak gejala (seperti kelelahan, energi rendah, hilang selera makan, dan rasa sakit di persendian) sama-sama menjadi gejala kondisi kesehatan, termasuk bentuk radang sendi lainnya seperti fibromyalgia dan lupus.

Sleep apnea (henti nafas).Sleep apnea merupakan gangguan yang ditandai dengan gangguan bernafas untuk sementara waktu saat tidur. Seseorang dengan sleep apnea, terang Roseanne S. Barker, MD, dari Baptist Sleep Institute di Knoxville, kemungkinan berhenti bernafas lusinan atau bahkan ratusan kali semalam.

Gejala: Sleep apnea seringkali ditandai dengan dengkuran dan umumnya diikuti oleh kelelahan di keesokan harinya. Karena sleep apne bisa memicu penyakit jantung, tekanan darah, dan stroke, ada baiknya melakukan pemeriksaan. (IK/OL-08)

sumber: mediaindonesia.com/mediahidupsehat