Pentingnya Mengenali Tanda Anak Butuh Kacamata

10 Juli 2019 Artikel Kesehatan


Mata adalah organ penting dan vital dalam kehidupan. Tidak bisa dibayangkan jika mata kita mengalami gangguan. Sudah pasti akan menghalangi segala aktivitas sehari-hari. Berbeda dengan orang dewasa, anak kecil cenderung tidak menyadari ketika ia memiliki masalah penglihatan. Apalagi, rata-rata anak kecil tidak ingin berterus terang pada orangtuanya mengenai masalah yang dialaminya. Tahu-tahu, mereka jadi kesulitan melihat sesuatu. Hal ini lebih berpengaruh lagi ketika dialami oleh anak usia sekolah. Berdasar penelitian, masalah penglihatan umumnya dimulai antara usia 8 hingga 12 tahun. Jika terlambat ditangani, bukan hanya penglihatannya yang semakin terganggu, tapi juga nilai akademis, kepercayaan diri, dan kemampuan bersosialisasinya. Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika kesehatan mata anak rutin dikontrol, dan secara dini mengetahui tanda-tanda membutuhkan bantuan kacamata.

Sering berkedip

Mengedipkan umum dilakukan seseorang saat matanya terganggu. Kenali tanda penglihatannya yang bermasalah jika anak berkedip semakin sering. Ini terjadi karena kesalahan bias akibat rabun jauh atau dekat yang menyebabkan mata sulit fokus pada objek.

Memiringkan kepala

Memiringkan kepala merupakan upaya sadar seseorang untuk menyesuaikan sudut dan menemukan gambaran lebih jelas. Ini secara alami terjadi ketika penglihatan satu mata lebih buruk dari mata yang satunya. Anak juga bisa lebih dekat pada objek atau tampak menutupi satu mata saat melihat.

Menyipitkan mata

Menyipitkan mata merupakan salah satu tanda klasik ketika anak mulai kesulitan melihat. Namun jika kurang pengawasan, tanda ini akan sulit terpantau. Karena selain jumlah kerusakannya masih kecil, ini bisa diatasi dengan agak mendekatkan diri ke arah objek yang dilihat. Jadi, tetaplah waspada agar kerusakan mata tidak bertambah parah.

Butuh perjuangan untuk membaca

Untuk yang memiliki anak usia sekolah, biasanya gejala kerusakan mata bisa terlihat saat dia membaca sesuatu. Jika ia memiliki rabun dekat, anak akan kesulitan membaca buku dan tulisan kecil. Mungkin dia salah mengeja atau membaca dengan bantuan jari. Tapi jika ia memilki rabun jauh, gejala akan terlihat dengan lebih sulit melihat tulisan dalam jarak yang jauh.

Mengucek Mata

Saat Anda terlalu lama melihat komputer atau TV mungkin secara tidak sadar Anda akan mulai mengucek mata. Ini pun bisa terjadi pada anak. Jika ia terlihat lebih mudah lelah dan tertidur saat menonton atau membaca, mungkin ini karena ketegangan mata.

Jadi, kenali tanda-tanda ini sejak dini. Lakukan pemeriksaan mata rutin minimal sekali tiap dua tahun, atau sekali setahun jika masalah mata sudah terjadi. Bantu anak agar tetap bersemangat melakukan aktivitasnya, tanpa perlu merasa tersiksa dengan kesulitannya melihat.

Oleh: Josua M
(Dikutip dari berbagai sumber)